Jadi Tersangka KPK, Noel Ngarep Dapat Amnesti dari Prabowo
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 18:50 WIB
loading...
Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel yang telah ditetapkan sebagai tersangka pemerasan oleh KPK berharap mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Foto/Nur Khabibi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kemnaker berharap mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Hal itu ia sampaikan seusai dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Doakan saya semoga saya mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo," kata Noel dari atas mobil tahanan di depan Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8/2025).
Baca juga: Gila! Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker, Tarif Rp275 Ribu Dipatok Jadi Rp6 Juta
Sebelumnya, Noel menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Saya ingin sekali pertama saya meminta maaf kepada Presiden Pak Prabowo," kata Noel saat menuju mobil tahanan untuk diangkut ke rutan, Jumat (22/8/2025).
"Kedua, saya minta maaf kepada anak dan istri saya. Tiga, saya minta maaf terhadap rakyat Indonesia," sambungnya.
Baca juga: Noel Ebenezer Diduga Terima Uang Rp3 Miliar Hasil Pemerasan
Lebih lanjut, Noel juga mengklaim dirinya tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
"Saya juga ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak di-OTT," kata Noel di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8/2025).
Noel juga membantah dirinya terlibat pemerasan. Pun sejumlah tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka bersamanya tidak terlibat dalam pemerasan.
"Kedua, kasus saya bukan kasus pemerasan, agar narasi diluar tidak menjadi narasi yang kotor memberatkan saya," ujarnya.
"Dan kawan-kawan yang bersama saya tidak ada sedikit pun kasus pemerasan," pungkasnya.

"Doakan saya semoga saya mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo," kata Noel dari atas mobil tahanan di depan Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8/2025).
Baca juga: Gila! Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker, Tarif Rp275 Ribu Dipatok Jadi Rp6 Juta
Sebelumnya, Noel menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Saya ingin sekali pertama saya meminta maaf kepada Presiden Pak Prabowo," kata Noel saat menuju mobil tahanan untuk diangkut ke rutan, Jumat (22/8/2025).
"Kedua, saya minta maaf kepada anak dan istri saya. Tiga, saya minta maaf terhadap rakyat Indonesia," sambungnya.
Baca juga: Noel Ebenezer Diduga Terima Uang Rp3 Miliar Hasil Pemerasan
Lebih lanjut, Noel juga mengklaim dirinya tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
"Saya juga ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak di-OTT," kata Noel di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (22/8/2025).
Noel juga membantah dirinya terlibat pemerasan. Pun sejumlah tersangka yang ditetapkan sebagai tersangka bersamanya tidak terlibat dalam pemerasan.
"Kedua, kasus saya bukan kasus pemerasan, agar narasi diluar tidak menjadi narasi yang kotor memberatkan saya," ujarnya.
"Dan kawan-kawan yang bersama saya tidak ada sedikit pun kasus pemerasan," pungkasnya.
Daftar 11 Tersangka Dugaan Pemerasan Pengurusan Sertifikasi K3 Kemnaker:
- IBM (Irvian Bobby Mahendro)
Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022 s.d. 2025;- GAH (Gerry Aditya Herwanto Putra)
Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi KompetensiKeselamatan Kerja tahun 2022 s.d. sekarang;- SB (Subhan)
Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020 s.d. 2025;- AK (Anitasari Kusumawati)
Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020 s.d. Sekarang- IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI tahun 2024 s.d 2029- FRZ (Fahrurozi)
Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 s.d. Sekarang- HS (Hery Sutanto)
Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 s.d Februari 2025- SKP (Sekarsari Kartika Putri)
Subkoordinator- SUP (Supriadi)
Koordinator- TEM (Temurila)
Dari pihak PT KEM Indonesia- MM (Miki Mahfud)
Dari pihak PT KEM Indonesia(shf)
Lihat Juga :