Wakil Ketua MPR: Bangun Indonesia Maju dengan Persatuan dan Konstitusi
Selasa, 19 Agustus 2025 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
“Bangsa ini hidup bukan karena kekuasaan, tapi karena norma yang dipegang, etika kehidupan, dan konstitusi yang dihormati,” lanjut Ibas. Dia menegaskan, UUD 1945 bukan sekadar teks hukum, melainkan sumpah kolektif yang lahir dari darah perjuangan dan sarat makna filosofis.
“UUD 1945 bukan sekadar tulisan di atas kertas. Ia adalah sumpah kolektif. Ia adalah jiwa Pancasila yang ditulis dengan darah perjuangan dan mengandung makna filosofis yang mendalam,” tandasnya.
Dalam refleksi Hari Konstitusi ini, Ibas mengajak seluruh rakyat untuk senantiasa memegang teguh konstitusi, menjaga demokrasi, serta tidak tergoyahkan oleh pragmatisme politik. “Peganglah teguh konstitusi, tegakkan demokrasi, jangan goyah di tengah pragmatisme politik,” serunya.
Baca juga: DPR Tindak Lanjuti Surat MK soal Hakim Arief Hidayat Pensiun
Ibas juga mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan harus selalu disertai dengan kesadaran akan lahirnya konstitusi sebagai ruh berbangsa. “Peringati kemerdekaan, jangan lupakan lahirnya konstitusi. Di sanalah ruh berbangsa ditulis,” ujarnya.
“UUD 1945 bukan sekadar tulisan di atas kertas. Ia adalah sumpah kolektif. Ia adalah jiwa Pancasila yang ditulis dengan darah perjuangan dan mengandung makna filosofis yang mendalam,” tandasnya.
Dalam refleksi Hari Konstitusi ini, Ibas mengajak seluruh rakyat untuk senantiasa memegang teguh konstitusi, menjaga demokrasi, serta tidak tergoyahkan oleh pragmatisme politik. “Peganglah teguh konstitusi, tegakkan demokrasi, jangan goyah di tengah pragmatisme politik,” serunya.
Baca juga: DPR Tindak Lanjuti Surat MK soal Hakim Arief Hidayat Pensiun
Ibas juga mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan harus selalu disertai dengan kesadaran akan lahirnya konstitusi sebagai ruh berbangsa. “Peringati kemerdekaan, jangan lupakan lahirnya konstitusi. Di sanalah ruh berbangsa ditulis,” ujarnya.
Lihat Juga :