Serahkan DIM ke Presiden PKS, 13 Asosiasi Tolak Legalisasi Umrah Mandiri

Senin, 18 Agustus 2025 - 16:59 WIB
loading...
Serahkan DIM ke Presiden...
Sebanyak 13 asosiasi penyelenggara haji dan umrah mendatangi Kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025). Rombongan diterima Presiden PKS Almuzzammil Yusuf bersama Kepala KSP PKS Pipin Sopian. Foto/Istimew
A A A
JAKARTA - Sebanyak 13 asosiasi penyelenggara haji dan umrah mendatangi Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025). Kehadiran mereka untuk menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terkait Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (RUU PIHU).

Rombongan diterima langsung Presiden PKS Almuzzammil Yusuf bersama Kepala KSP PKS Pipin Sopian. Perwakilan asosiasi yang hadir berasal dari AMPHURI, AMPUH, ASHURI, ASPHIRASI, ASPHURI, ASPHURINDO, ATTMI, BERSATHU, GAPHURA, HIMPUH, KESTHURI, MUTIARA HAJI, dan SAPUHI. Total, asosiasi ini menaungi lebih dari 3.500 travel berizin resmi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) maupun Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Almuzzammil mengatakan pihaknya membuka ruang bagi masukan asosiasi, terutama terkait pasal-pasal yang dinilai merugikan jemaah. "Asosiasi-asosiasi memberikan masukan kepada kami terkait dengan perubahan undang-undang umrah dan haji. Mereka ini pelaku usaha yang sangat tahu betul di lapangan, yang melayani banyak jemaah," ujar Almuzzammil.

Baca Juga: Tok! RUU Haji dan Umrah Resmi Jadi Usul Inisiatif DPR

Menurutnya, PKS akan mempelajari DIM yang disampaikan dan menyuarakan aspirasi asosiasi di DPR. "Mereka telah membuat DIM usulan untuk bisa menjadi perhatian kami di fraksi. Jubir kami di Komisi VIII nanti insyaallah akan menyuarakan hal-hal yang terbaik yang mereka usulkan," katanya.

Meski tidak merinci seluruh isi DIM, Almuzzammil menyebut dua poin utama yang menjadi sorotan, yakni penolakan legalisasi umrah mandiri dan penghapusan kuota haji khusus maksimal delapan persen. PKS, kata dia, masih mengkaji usulan tersebut.

"Kepentingan kami, rakyat kita, jemaah kita, berangkat umrah dan haji bisa mabrur, aman, pulang-pergi membawa kemuliaan nama negara. Itu yang kami perjuangkan."

Sementara itu, Ketua Umum DPP AMPHURI yang juga juru bicara 13 asosiasi, Firman M Nur menegaskan penolakan legalisasi umrah mandiri. Menurutnya, konsep tersebut minim perlindungan bagi jemaah. "Kami khawatir akan hadir oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Umrah berbeda dengan perjalanan ke luar negeri lainnya. Ada kebutuhan bimbingan keagamaan, jaminan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan," ujar Firman.



Firman menambahkan, keberadaan PPIU tidak hanya memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga menjalankan kewajiban akreditasi, pembayaran pajak, hingga regulasi lain yang mendukung negara. Hal ini, menurutnya, tidak akan terpenuhi apabila umrah mandiri dilegalkan. "Keberadaan PPIU itu adalah bagian dari penyempurnaan perjalanan jemaah karena terbimbing dalam penyelenggaraan," ucapnya.

Ia menyebutkan, selain menolak umrah mandiri, asosiasi juga menyoroti aturan penghapusan kuota haji khusus paling tinggi delapan persen. "Insyaallah diskusi kami memberi pencerahan dan kesepahaman bagaimana membangun ekosistem haji dan umrah berbasis keumatan," kata Firman.

Seperti diketahui, pada 24 Juli 2025 DPR mengesahkan RUU PIHU sebagai usul inisiatif legislatif. Dalam rapat paripurna, Fraksi PKS menjadi satu-satunya yang secara eksplisit menyinggung soal umrah mandiri dan kuota haji khusus maksimal delapan persen
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Luncurkan Syiar Zulhijjah,...
Luncurkan Syiar Zulhijjah, PKS Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Kurban
Lewat Forum IQRO, PKS...
Lewat Forum IQRO, PKS Perkuat Peran Solutif Hadapi Krisis Energi
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Rekomendasi
Bukan Cuma Jago Nyanyi,...
Bukan Cuma Jago Nyanyi, Meidra Idol Ternyata Pernah Terjun ke Dunia Kapal Tanker
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Berita Terkini
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
Minat Gen Z Meningkat,...
Minat Gen Z Meningkat, Diaspora RI Hadirkan Ruang Belajar tentang Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved