Kerukunan Keluarga Kawanua Tampilkan Tarian Kabasaran pada HUT ke-80 RI di Istana Merdeka
Senin, 18 Agustus 2025 - 11:56 WIB
loading...
A
A
A
Kini, di panggung kenegaraan, tarian perang dari para leluhur Minahasa, menggaungkan pesan kebangsaan untuk menjaga Indonesia adalah tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa.
Kehadiran dua ratus penari di Istana Merdeka bukan semata hiburan, melainkan pernyataan identitas: bahwa budaya Indonesia sanggup berdiri sejajar dengan modernitas, menjadi kekuatan pemersatu, dan memperkuat karakter kebangsaan. Setiap hentakan kaki, setiap ayunan tombak, dan setiap sorot mata penari adalah bahasa visual yang “Kami hadir untuk Indonesia, dengan keberanian dan persatuan”
Barisan Kabasaran ini dipimpin langsung oleh Brigjen Pol. Chris Pusung sebagai pemimpin pasukan. Sementara para penari berasal dari berbagai unsur Kawanua: Pengurus DPP KKK, Generasi Muda Kawanua, serta sejumlah sanggar seni keluarga besar Kawanua. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa budaya mampu menyatukan lintas generasi. Tari Kabasaran pun tampil dengan penuh khidmat dan kemegahan dalam Upacara Penurunan Bendera sore hari di Istana Merdeka.
Delapan puluh tahun sudah Indonesia berdiri tegak di panggung sejarah. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, merah putih berkibar sebagai simbol perjuangan, pengorbanan, dan persatuan. Di usia yang matang dan penuh pengalaman ini, perayaan HUT RI ke-80 menjadi momen refleksi: sejauh mana kita telah melangkah, dan ke mana kita akan membawa bangsa ini.
Bagi Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah panggilan jiwa, kesempatan untuk mengabdi, berkarya, serta melestarikan budaya leluhur Minahasa di tengah arus modernisasi yang terus bergulir. Identitas budaya yang dijaga dengan kesungguhan inilah yang membuat Kawanua tidak hanya hadir sebagai komunitas, tetapi juga sebagai kekuatan bangsa.
Selain menghadirkan Kabasaran, KKK juga bergabung bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menampilkan Tarian Bhinneka. Dari pihak KKK, sebanyak 20 mahasiswa IBM ASMI ikut berpartisipasi, menegaskan bahwa generasi muda Kawanua tidak hanya mewarisi, tetapi juga siap menghidupkan semangat kebersamaan di panggung nasional.
Kehadiran dua ratus penari di Istana Merdeka bukan semata hiburan, melainkan pernyataan identitas: bahwa budaya Indonesia sanggup berdiri sejajar dengan modernitas, menjadi kekuatan pemersatu, dan memperkuat karakter kebangsaan. Setiap hentakan kaki, setiap ayunan tombak, dan setiap sorot mata penari adalah bahasa visual yang “Kami hadir untuk Indonesia, dengan keberanian dan persatuan”
Barisan Kabasaran ini dipimpin langsung oleh Brigjen Pol. Chris Pusung sebagai pemimpin pasukan. Sementara para penari berasal dari berbagai unsur Kawanua: Pengurus DPP KKK, Generasi Muda Kawanua, serta sejumlah sanggar seni keluarga besar Kawanua. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa budaya mampu menyatukan lintas generasi. Tari Kabasaran pun tampil dengan penuh khidmat dan kemegahan dalam Upacara Penurunan Bendera sore hari di Istana Merdeka.
Delapan puluh tahun sudah Indonesia berdiri tegak di panggung sejarah. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, merah putih berkibar sebagai simbol perjuangan, pengorbanan, dan persatuan. Di usia yang matang dan penuh pengalaman ini, perayaan HUT RI ke-80 menjadi momen refleksi: sejauh mana kita telah melangkah, dan ke mana kita akan membawa bangsa ini.
Bagi Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah panggilan jiwa, kesempatan untuk mengabdi, berkarya, serta melestarikan budaya leluhur Minahasa di tengah arus modernisasi yang terus bergulir. Identitas budaya yang dijaga dengan kesungguhan inilah yang membuat Kawanua tidak hanya hadir sebagai komunitas, tetapi juga sebagai kekuatan bangsa.
Selain menghadirkan Kabasaran, KKK juga bergabung bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menampilkan Tarian Bhinneka. Dari pihak KKK, sebanyak 20 mahasiswa IBM ASMI ikut berpartisipasi, menegaskan bahwa generasi muda Kawanua tidak hanya mewarisi, tetapi juga siap menghidupkan semangat kebersamaan di panggung nasional.
Lihat Juga :