Pengamat Sebut Pernyataan Puan Jadi Komoditas Politik Praktis

Kamis, 10 September 2020 - 21:12 WIB
loading...
Pengamat Sebut Pernyataan...
Pernyataan Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani tentang Pancasila dan Sumbar, dinilai telah dijadikan komoditas politik praktis. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Populi Center Usep S Akhyar menilai pernyataan Ketua DPP PDIP bidang Politik dan Keamanan Puan Maharani tentang Pancasila dan Sumatera Barat (Sumbar) telah dijadikan komoditas politik praktis jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2020.

(Baca juga: Ahmad Basarah: Alam Pikir dan Spiritualitas Puan Maharani Nasionalisme Religius)

"Pernyataan Puan itu sudah ditarik-tarik ke politik praktis. Dan korbannya jelas, PDIP dikembalikan rekomendasinya. Kan telak juga," kata Usep, Kamis (10/9/2020).

(Baca juga: Bamusi Sebut Pernyataan Puan Bentuk Pengakuan dan Kontribusi Sumbar bagi NKRI)

Sebagai putri berdarah Minang, Usep mengatakan, pernyataan Puan tentang Pancasila dan Sumbar adalah sebuah otokritik. Namun, pernyataan tersebut terlanjur 'digoreng' sedemikian rupa sehingga menjadi pukulan telak bagi PDIP.

"Kalau dilihat dari suku, Puan juga dari sana. Kalau dilihat dikotomi antara Pancasilais dan tidak Pancasilais, saya kira di sana banyak yang nasionalis dan Pancasilais. Namun kelompok yang mengedepankan isu sara, isu identitas, tidak pluralis, saya kira itu faktanya juga ada. Ini jadi pekerjaan rumah kita semua kalau melihatnya sebagai kritik," kata Usep.

Usep mengatakan, menarik pernyataan Puan tentang Pancasila dan Sumbar ke arah politik praktis hanya akan menimbulkan kebisingan dan keributan. "Dan itu sudah terjadi. Sudah digoreng kesana-kemari," ucap Usep.

Namun demikian, Usep mengingatkan bahwa kebisingan yang timbul dari isu ini tidak serta merta bisa mengubah kecenderungan perilaku pemilih dalam pemungutan suara di Pilkada.

"Tidak semua kebisingan ini mengubah pilihan seseorang. Itu juga terjadi di Pilpres bagaimana kebisingan politik identitas tidak terkapitalisasi menjadi suara. Mugkin kebisingan ini menambah sentimen, tapi sentimen itu tidak menjadi tambahan suara.Tetap saja konsep-konsep yang lebih pluralis dan bisa diterima banyak orang yang akan menang. Politik identitas kan terbukti tidak menang," kata Usep.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PDIP Sebut Demonstrasi...
PDIP Sebut Demonstrasi Mahasiswa Alarm untuk Pemerintah
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
BNPP Gelar Upacara Hari...
BNPP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Peringatan Hari Lahir...
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Rekomendasi
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved