Ahmad Basarah: Alam Pikir dan Spiritualitas Puan Maharani Nasionalisme Religius

Minggu, 06 September 2020 - 21:36 WIB
loading...
Ahmad Basarah: Alam...
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, esensi alam pikir dan spiritualitas Puan Maharani adalah Nasionalisme Relgius,’’
A A A
JAKARTA - Nama Puan Maharani dalam beberapa hari ini mendadak viral. Pernyataan politiknya saat mengumumkan calon kepada daerah (Cakada) Pilkada Serentak 2020 dari PDI Perjuangan pada Rabu, 2 September 2020, yang disampaikan secara virtual telah dipolitisasi oleh beberapa pihak. Saat memberi kata pengantar pengumuman calon gubernur dan wakil gubernur Sumatra Barat, Ketua DPR itu berkata "Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Pancasila . Bismillahirrahmanirahiim."

Menurut Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, pernyataan itu kemudian dipolitisasi oleh beberapa pihak dengan berbagai latar belakang motif, mulai dari motif persaingan kontestasi Pilkada Sumbar sampai motif ideologis dan politis untuk menghancurkan citra Puan Maharani dan PDI Perjuangan. (Baca juga: Pengamat Sayangkan Penggiringan Opini Pernyataan Puan Soal Sumbar)

”Padahal, jika kita telisik secara jernih dalam konteks alam pikir kebangsaan dan spiritualitas Puan Maharani sebagai seseorang yang sedang memegang amanat sebagai Ketua DPR perempuan pertama Republik Indonesia, kita sesungguhnya telah menemukan esensi alam pikir dan spiritualitas seorang Puan Maharani dalam dimensi Nasionalisme Relgius,’’ tandas Ahmad Basarah, Minggu (6/9/20/20).

Ketua DPP PDI Perjuangan ini menjelaskan, ketika kata ‘’Pancasila’’ dan ‘’Bismillah’’ diucapkan oleh Puan dengan sadar dan khitmad, itu membuktikan bahwa dalam dirinya terbentuk dan mengalir pikiran kebangsaan dan sikap religius yang sangat kuat. Konstruksi pemikiran dan sikap Puan yang Nasionalis Religius ini menggambarkan Puan bukan hanya sosok cucu biologis Bung Karno, tetapi juga sosok cucu ideologis Bung Karno. ‘’Nasionalisme Religius Puan Maharani juga lahir dari latar belakang kultural ayahnya, Almarhum Taufiq Kiemas, dan ibunda tercinta, Megawati Soekarnoputri,’’ jelas Ahmad Basarah. (Baca juga: Tak Penuhi Unsur, Bareskrim Tolak Laporan Pemuda Minang Terhadap Puan)

Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengungkapkan, agak mengherankan jika ada yang tesinggung hanya karena Puan Maharani berharap Sumatera Barat menjadi Provinsi yang mendukung Pancasila. Ahmad Basarah menilai, mestinya ucapan Puan itu justru dilihat dari kecintaan Puan yang besar pada rakyat Sumbar agar dapat lebih sejahtera dan berkeadilan sosial melalui pilkada 2020 ini.

‘’Dalam darah Puan mengalir garis keturunan Minang yang kuat, tak mungkin dia ingin menistakan tanah kelahiran nenek moyangnya sendiri. Nenek Puan dari garis ayahnya, yakni almarhum Taufiq Kiemas, bernama Hamzatun Rusdja adalah tokoh perempuan Minang dari Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Bahkan Taufiq Kiemas sendiri pernah mendapat gelar Datuk Basa Batuah. Ibunya, Megawati Soekarnoputri, mendapat gelar Puti Reno Nilam,’’ jelas Ahmad Basarah. (Baca juga: Bamusi Sebut Pernyataan Puan Bentuk Pengakuan dan Kontribusi Sumbar bagi NKRI)

Bukan hanya itu, penulis buku ‘’Bung Karno, Islam dan Pancasila’’ itu bahkan melihat Puan Maharani sebagai sosok yang mewakili ke-Indonesia-an yang kuat karena dalam dirinya juga mengalir darah nenek moyang dari beragam suku dan daerah. Dari trah ibunya, Megawati Soekarnoputri, Eyang Buyut Puterinya berasal dari Bali bernama Ida Ayu Nyoman Rai, Sedangkan Eyang Buyut Putera berasal dari Jawa Timur bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo. Dari merekalah lahir seorang tokoh nasionalis-religius berwawasan luas bernama Soekarno. Sedang neneknya, Fatmawati, adalah puteri dari pasangan Hasan Din dari Bengkulu dengan Siti Khadijah dari keturunan Kerajaan Inderapura yang berpusat di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Mengenang Suami Pertama...
Mengenang Suami Pertama Megawati dengan Tabur Bunga dan Tahlil
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Rekomendasi
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
Aletha Abew Ajak Anak...
Aletha Abew Ajak Anak Rajin Mandi Lewat Lagu Ceria yang Sarat Pesan Positif
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pakar: Bukan Berarti Perkara Selesai
Canda Prabowo di Harlah...
Canda Prabowo di Harlah ke-28 PKB: MBG Itu Singkatan Mas Bahlil Ganteng, Bisa Aja Lo
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved