Permasalahan Kuota Haji, Buya Anwar Soroti Luasan Mina dengan Tambahan Kuota
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 06:34 WIB
loading...
Mantan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas menyoroti permasalahan kuota haji yang kini tengah diusut KPK. Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas menyoroti permasalahan kuota haji yang kini tengah diusut KPK. Dia menekankan pentingnya analisis matematis dalam mengevaluasi permasalahan haji, khususnya terkait kepadatan di Mina yang berkaitan dengan kenyamanan jamaah haji.
Menurut dia, luas Mina yang sekitar 172.000 m² tidak sebanding dengan peningkatan kuota jamaah haji Indonesia tahun 2024 yang totalnya 241.000 jamaah terdiri dari 221.000 kuota dasar ditambah 20.000 tambahan. Hal itu menyebabkan ruang per jamaah semakin sempit.
Baca juga: Kasus Kuota Haji, KPK Geledah Kantor Ditjen PHU Kemenag
"Yang paling menyedihkan persoalan toilet atau kamar mandi, sangat mengular sekali panjangnya," ujar Buya Anwar, Jumat (15/8/2025).
"Saya tidak bisa membayangkan jika pada 2024 kuota haji tambahan dengan skema sebesar 92/8 persen diterapkan. Maka keadaan di Mina akan makin amburadul," sambungnya.
Jika sejumlah pihak mengkritik penyelenggaraan haji 2024, terkhusus tentang penambahan kuota haji, menurut dia, hal itu tidak berdasar dan tidak mengetahui kondisi riil di lapangan.
"Sekali lagi, penyebab kepadatan adalah ruang terbatas, sementara kuota terus bertambah. Makanya solusinya sudah saya usulkan pembangunan ruang vertikal di Mina, karena perluasan horizontal sulit dilakukan," ujarnya.
Dia menyarankan agar kritik terhadap penyelenggaraan haji 2024 didasarkan pada perhitungan matematis antara luas area dengan jumlah jamaah.
"Sekali lagi, luas space dan jumlah jamaah haji tidak akan sinkron, tanpa tambahan haji reguler saja sudah terjadi desak-desakkan di Mina, apalagi sampai ada tambahan 42 persen dari jumlah 10.000. Pasti akan semakin banyak jamaah yang tidak mendapatkan tempat, semakin amburadul dan sulit dibayangkan," kata Buya Anwar.
Menurut dia, luas Mina yang sekitar 172.000 m² tidak sebanding dengan peningkatan kuota jamaah haji Indonesia tahun 2024 yang totalnya 241.000 jamaah terdiri dari 221.000 kuota dasar ditambah 20.000 tambahan. Hal itu menyebabkan ruang per jamaah semakin sempit.
Baca juga: Kasus Kuota Haji, KPK Geledah Kantor Ditjen PHU Kemenag
"Yang paling menyedihkan persoalan toilet atau kamar mandi, sangat mengular sekali panjangnya," ujar Buya Anwar, Jumat (15/8/2025).
"Saya tidak bisa membayangkan jika pada 2024 kuota haji tambahan dengan skema sebesar 92/8 persen diterapkan. Maka keadaan di Mina akan makin amburadul," sambungnya.
Jika sejumlah pihak mengkritik penyelenggaraan haji 2024, terkhusus tentang penambahan kuota haji, menurut dia, hal itu tidak berdasar dan tidak mengetahui kondisi riil di lapangan.
"Sekali lagi, penyebab kepadatan adalah ruang terbatas, sementara kuota terus bertambah. Makanya solusinya sudah saya usulkan pembangunan ruang vertikal di Mina, karena perluasan horizontal sulit dilakukan," ujarnya.
Dia menyarankan agar kritik terhadap penyelenggaraan haji 2024 didasarkan pada perhitungan matematis antara luas area dengan jumlah jamaah.
"Sekali lagi, luas space dan jumlah jamaah haji tidak akan sinkron, tanpa tambahan haji reguler saja sudah terjadi desak-desakkan di Mina, apalagi sampai ada tambahan 42 persen dari jumlah 10.000. Pasti akan semakin banyak jamaah yang tidak mendapatkan tempat, semakin amburadul dan sulit dibayangkan," kata Buya Anwar.
(jon)
Lihat Juga :