Sejarah Diplomasi Budaya Indonesia di Papua Nugini, Patung Sir Michael Somare Jadi Ikon Persahabatan Abadi
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 20:28 WIB
loading...
A
A
A
Apacara peresmian dihadiri berbagai tokoh bangsa dan negara Papua Nugini seperti Gubernur Jenderal Sir Bob Dadae, Ketua Mahkamah Agung/Chief Justice Sir Gibuna Gibbs Salika, Ketua National Parlemen Sir Job Pomat dan wakil Koni Iguan, Perdana Menteri James Marape, Wakil perdana menteri John Rosso, jajaran menteri, para anggota nasional parlemen, korps diplomatik, kardinal papua new guina dan para tokoh masyarakat termasuk istri almarhum Sir Michael Thomas Somare Veronica Somare didampingi seluruh keluarga besar Somare.
Putu Supadma Rudana hadir sebagai tamu kehormatan dan satu-satunya warga negara asing yang diberi kehormatan berpidato dan memberikan pemaknaan pada malam bersejarah tersebut di forum resmi negara Papua Nugini yang dihadiri Three Arms of Government dan Gubernur Jenderal. Ini merupakan sebuah kesempatan yang langka diberikan kepada warga negara asing, yang menegaskan bahwa diplomasi budaya, seni, dan spiritualitas wisdom dapat menembus batas protokol negara.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat saya di Papua Nugini yang telah mengundang saya untuk menghadiri upacara sakral/bersejarah ini, upacara peresmian patung Bapak Bangsa Papua New Guinea. Bangsa lain mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa Indonesia? Jawabannya sederhana: karena kita percaya budaya, seni, dan spiritual wisdom adalah bahasa universal yang mampu menghubungkan perbedaan hingga menjadikannya rasa persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan dalam mencapai perdamaian dunia," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Usulkan Papua Nugini Jadi Anggota ASEAN
Kata Putu Rudana, patung ini adalah merupakan simbolisme mercusuar hubungan kedua negara dan bangsa. "Indonesia merupakan pimpinan di kawasan Asia Tenggara dan Papua Nugini merupakan pintu gerbang ke Pasifik, dan saya tentu sangat berbangga dapat menjadi bagian dari sejarah ini."
Putu Supadma Rudana hadir sebagai tamu kehormatan dan satu-satunya warga negara asing yang diberi kehormatan berpidato dan memberikan pemaknaan pada malam bersejarah tersebut di forum resmi negara Papua Nugini yang dihadiri Three Arms of Government dan Gubernur Jenderal. Ini merupakan sebuah kesempatan yang langka diberikan kepada warga negara asing, yang menegaskan bahwa diplomasi budaya, seni, dan spiritualitas wisdom dapat menembus batas protokol negara.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat saya di Papua Nugini yang telah mengundang saya untuk menghadiri upacara sakral/bersejarah ini, upacara peresmian patung Bapak Bangsa Papua New Guinea. Bangsa lain mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa Indonesia? Jawabannya sederhana: karena kita percaya budaya, seni, dan spiritual wisdom adalah bahasa universal yang mampu menghubungkan perbedaan hingga menjadikannya rasa persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan dalam mencapai perdamaian dunia," ujarnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Usulkan Papua Nugini Jadi Anggota ASEAN
Kata Putu Rudana, patung ini adalah merupakan simbolisme mercusuar hubungan kedua negara dan bangsa. "Indonesia merupakan pimpinan di kawasan Asia Tenggara dan Papua Nugini merupakan pintu gerbang ke Pasifik, dan saya tentu sangat berbangga dapat menjadi bagian dari sejarah ini."
Lihat Juga :