Kasus Bupati Pati Sudewo Harus Jadi Pembelajaran, Selanjutnya Siapa?
Kamis, 14 Agustus 2025 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, lanjut dia, pendekatan top down yang digunakan Bupati Pati harus ditanggalkan. Sebab, dia menilai pendekatan seperti ini hanya cocok di negara yang menganut sistem tertutup (otoriter).
Lebih lanjut dia mengatakan, pemimpin di Indonesia sudah seharusnya menggunakan pendekatan bottom up dan horizontal. Sebab, sambung dia, pendekatan ini yang cocok diterapkan di negara demokrasi, sebagaimana dianut Indonesia.
Baca juga: Profil Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Berpeluang Jadi Bupati jika Sudewo Lengser
“Jadi, pemimpin di Indonesia haruslah menyesuaikan diri dengan sistem politik yang demokratis. Bila tidak, sang pemimpin akan mengalami seperti Bupati Pati Sudewo,” pungkas Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
Hal senada juga dikatakan oleh Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno. “Kepala daerah tak boleh sewenang-wenang. Harus dengarkan suara rakyat. Karena kalau rakyat marah, bisa fatal akibatnya,” kata Adi dihubungi terpisah.
Baca juga: Berkaca dari Bupati Pati, Istana Imbau Pejabat Hati-hati Ambil Kebijakan
Diketahui, masyarakat Pati, Jawa Tengah pada Rabu, 13 Agustus 2025 menggelar demo besar-besaran menuntut Bupati Sudewo mundur. Kemarahan masyarakat dipicu oleh sikap arogansi Sudewo terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.
Lihat Juga :