Film Merah Putih One For All Digeruduk Netizen, Kemenekraf: Cuma Kasih Masukan
Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
Film animasi lokal Merah Putih: One For All menjadi sorotan publik setelah perilisan trailernya baru-baru ini. Alih-alih mendapat sambutan positif, film ini justru menuai kritik pedas dari warganet hingga praktisi industri kreatif.
Salah satu kritik terbesar tertuju pada kualitas visual yang dinilai kaku, ekspresi minim, serta detail grafis yang disebut mirip game era PlayStation 2. Banyak yang menyayangkan hasil ini mengingat film tersebut diproyeksikan tayang di bioskop dan membawa tema nasionalisme.
Beberapa penonton membandingkannya dengan film animasi lokal lain seperti Jumbo yang dinilai jauh lebih unggul dari segi grafis maupun storytelling.
Tak hanya visual dan cerita, film animasi garapan produser Toto Soegriwo juga disorot karena dugaan penggunaan aset 3D yang dibeli dari platform seperti Reallusion. Karakter dalam film terlihat memiliki kemiripan mencolok dengan model yang dijual di Content Store sehingga menimbulkan pertanyaan soal orisinalitas.
Yang membuat publik makin terheran yakni biaya produksi film ini mencapai Rp6,7 miliar. Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan hasil trailer yang dirilis, sehingga memunculkan tanda tanya terkait alokasi dana produksi.
Salah satu kritik terbesar tertuju pada kualitas visual yang dinilai kaku, ekspresi minim, serta detail grafis yang disebut mirip game era PlayStation 2. Banyak yang menyayangkan hasil ini mengingat film tersebut diproyeksikan tayang di bioskop dan membawa tema nasionalisme.
Beberapa penonton membandingkannya dengan film animasi lokal lain seperti Jumbo yang dinilai jauh lebih unggul dari segi grafis maupun storytelling.
Tak hanya visual dan cerita, film animasi garapan produser Toto Soegriwo juga disorot karena dugaan penggunaan aset 3D yang dibeli dari platform seperti Reallusion. Karakter dalam film terlihat memiliki kemiripan mencolok dengan model yang dijual di Content Store sehingga menimbulkan pertanyaan soal orisinalitas.
Yang membuat publik makin terheran yakni biaya produksi film ini mencapai Rp6,7 miliar. Angka tersebut dinilai tidak sebanding dengan hasil trailer yang dirilis, sehingga memunculkan tanda tanya terkait alokasi dana produksi.
(jon)
Lihat Juga :