Ungkap Motif Pembunuhan Prada Lucky, Begini Penjelasan Kadispenad
Senin, 11 Agustus 2025 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Bedasarkan penyelidikan awal dugaan penyiksaan terhadap Lucky ini dilakukan oleh para seniornya tak hanya dilakukan sehari saja. "Proses pembinaan ini itu dilaksanakan pada beberapa rentang waktu dan dilaksanakan kepada beberapa personel oleh personel lainnya. Sehingga harus betul-betul menyeluruh pemeriksaannya," katanya.
Pasca kejadian ini, pihaknya telah menyampaikan kepada seluruh jajaran agar kegiatan pembinaan prajurit harus memenuhi kaidah yang mendukung pelaksanaan tugas prajurit itu di lapangan. Peristiwa ini lun akan menjadi bahan evaluasi untuk kebaikan TNI AD kedepannya
"Sehingga kalau ditanya, apa yang menjadi bahan pelajaran bagi TNI Angkatan Darat? Tentu ini menjadi suatu bahan evaluasi yang cukup serius bagi kita," ujarnya.
Sekadar informasi, Prada Lucky merupakan anggota TNI yang baru lulus pendidikan dua bulan. Setelah resmi menjadi anggota TNI, dia langsung ditempatkan di Batalion Pembangunan 843. Dari sejumlah foto dan video yang beredar, tubuh Prada Lucky dipenuhi sejumlah lebam dan memar. Ada juga luka seperti tusukan di kaki dan belakang tubuhnya.
Korban sempat dilarikan ke Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo, tapi kemudian dinyatakan meninggal pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Pasca kejadian ini, pihaknya telah menyampaikan kepada seluruh jajaran agar kegiatan pembinaan prajurit harus memenuhi kaidah yang mendukung pelaksanaan tugas prajurit itu di lapangan. Peristiwa ini lun akan menjadi bahan evaluasi untuk kebaikan TNI AD kedepannya
"Sehingga kalau ditanya, apa yang menjadi bahan pelajaran bagi TNI Angkatan Darat? Tentu ini menjadi suatu bahan evaluasi yang cukup serius bagi kita," ujarnya.
Sekadar informasi, Prada Lucky merupakan anggota TNI yang baru lulus pendidikan dua bulan. Setelah resmi menjadi anggota TNI, dia langsung ditempatkan di Batalion Pembangunan 843. Dari sejumlah foto dan video yang beredar, tubuh Prada Lucky dipenuhi sejumlah lebam dan memar. Ada juga luka seperti tusukan di kaki dan belakang tubuhnya.
Korban sempat dilarikan ke Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo, tapi kemudian dinyatakan meninggal pada Rabu, 6 Agustus 2025.
(cip)
Lihat Juga :