Prabowo Siapkan Strategi Besar! Amnesti dan Abolisi Jadi Kunci Merangkul Semua Pihak

Minggu, 10 Agustus 2025 - 05:49 WIB
loading...
Prabowo Siapkan Strategi...
Analis Kebijakan Politik Hendri Satrio menilai pemerintah berusaha merangkul semua pihak melalui kebijakan abolisi dan amnesti terhadap 1.117 orang, termasuk Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai berusaha merangkul semua pihak melalui kebijakan abolisi dan amnesti terhadap 1.117 orang pada 31 Juli 2025. Di antaranya kepada mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong dan mantan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio menjelaskan hal tersebut dalam Podcast To The Po!n Aja bersama jurnalis SindoNews, Lukman Hanafi dan Pung Purwanto, dikutip Minggu (10/8/2025).

Baca juga: Pengibaran Bendera One Piece, Hendri Satrio: Bentuk Protes Kebijakan Meresahkan

"Amnesti dan Abolisi ini karena arah strateginya Pak Prabowo ini merangkul semua pihak. Ada tiga kelompok besar yang dirangkul, PDIP, kelompok Katolik, dan kelompok umat," ujar Hendri Satrio dalam paparannya.



Penjelasannya menurut dia, Tom Lembong dan Hasto merupakan dua tokoh yang beragama Katolik. Hal itu diperkuat dengan adanya petinggi gereja yang menjenguk Hasto. Begitu juga analisa tentang Tom Lembong.

"Tom Lembong itu walaupun non muslim tapi saat sidang pendukungnya yang datang muslim semua pak. Dan itu bener-bener mereka itu klotokan, maksud saya membela Islam dalam sisi keadilan," papar Hendri Satria.

Baca juga: Perbandingan Pemberian Amnesti, Abolisi Era Prabowo dan Soekarno

Dari tiga kelompok besar ini, lanjut dia, Prabowo langsung mendapat dukungan usai memberikan amnesti dan abolisi untuk Hasto dan Tom Lembong.

Penggabungan 3 Partai Besar


Dalam kesempatan yang sama, Hendri Satrio juga mengungkap isu politik yang menghebohkan jagat perpolitikan Tanah Air. Dia menyebut ada gosip politik penggabungan atau fusi tiga partai politik besar, yakni Golkar, Gerindra dan Gajah (PSI).

Dia mengungkapkan bahwa dengan adanya fusi partai ini, pemerintah menginginkan adanya kontrol yang lebih mudah untuk pelaksanaan pembangunan.

"Disebutnya 3G, tapi memang isunya harus kita klarifikasi lagi," ujar Hendri Satrio.

Sebagai salah satu turunan dari fusi tersebut, sebut dia, maka diusulkan kepala daerah kembali dipilih oleh DPRD. Sehingga diharapkan lebih mudah mengaturnya.

Hendri Satrio menambahkan, perlu dilihat tujuannya ke mana. Jika fusi ini terjadi, maka akan ada pengelompokan partai dengan basis tertentu. Misalnya partai yang berbasis Islam bisa berkumpul menjadi satu.

"Kayak PKB, PPP, PBB, PKS kumpul bisa nggak bergabung. Mungkin PAN mau ikut, tapi menurut saya kecil kemungkinannya kalau PAN," lanjutnya.

Apakah bisa dilakukan? "Indonesia pernah melakukan fusi partai tersebut. Pernah terjadi," ujarnya.

"Dengan kedekatan Pak Prabowo dan Pak Jokowi, barangkali Gerinda dan PSI bisa berfusi. Dengan patuhnya Bahlil kepada Pak Jokowo minonmungkin juga Golkar berfusi. Mungkin gara-gara ada isu fusi itulah muncul isu Munaslub (Golkar) ini," lanjut Hendri Satrio.

Bagaimana dengan PDIP? "PDIP sendiri, mungkin akan berfusi dengan yang dengan yang mengusung mas Ganjar (Pilpres 2024). Nasdem, Demokrat mungkin juga akan berfusi," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa yang jelas fusi partai ini bertujuan uuntuk kepentingan dan hal-hal yang menguntungkan. Hendri Satrio menegaskan, kesulitan bagi Presiden yang terpili adalah mengkonsolidasikan partai. Sehingga ini berkaitan dengan fusi partai.

Dengan adanya fusi ini bagaimana hubungan Presiden Prabowo dengan Jokowi? "Saya kira baik-baik saja. Pak Prabowo tidak punya semangat suka meninggalkan orang. Kalau Pak Prabowo kemudian menjadi independen, itu mungkin," jelasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Prabowo Bertemu Profesor...
Prabowo Bertemu Profesor Imperial College London di Istana, Bahas Apa?
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Istana Bicara soal Kembalikan...
Istana Bicara soal Kembalikan Kepercayaan Publik
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Rekomendasi
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Berita Terkini
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved