Radian Syam: Perlu Kolaborasi Persatuan untuk Perkuat Demokrasi di Era VUCA
Rabu, 06 Agustus 2025 - 23:42 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam situasi yang darurat ada diktatorship itu boleh karena untuk segera mengatasi situasi daruratnya dibolehkan diktatorship. Itu lampau. Gagasan itu sekarang berkembang bahwa dalam situasi darurat sekalipun, demokrasi harus dilindungi. Jadi ini sejalan dengan gagasan buku ini, dalam situasi yang fokus ketidakpastian, demokrasi tetap harus dilindungi, bukan menjadi legitimasi untuk tindakan yang tidak demokratis," ungkap Fitra.
Sekjen HIPMI Anggawira juga menilai buku Radian Syam responsif mencermati dinamika demokrasi di era VUCA atau ketidakpastian ini. Dia sepakat perlunya penguatan penegakan hukum untuk menjaga demokrasi di era ketidakpastian.
"Ya, saya rasa ini salah satu buku yang cukup merespons dinamika demokrasi saat ini, tapi yang terpenting menurut saya memang di era demokrasi yang sangat penuh dengan ketidakpastian adalah penegakan hukum yang juga di-highlight oleh buku Pak Radian Syam ini," ujar Anggawira.
Senada dengan Prof Fitra Asril dan Anggawira, politikus yang juga Staf Khusus Kepala Bappenas, Sukmo Harsono juga menilai buku Radian Syam sangat relevan dengan situasi demokrasi Indonesia saat ini.
Menurut dia, berita-berita khususnya di media sosial serta analisa sering mendistorsi keputusan-keputusan penting baik keputusan legislatif, eksekutif maupun yudikatif.
"Saya ingin mengatakan bahwa dalam situasi sekarang ini kita tidak boleh lepas dari pemerintah. Kita harus menjadi bagian penting dari perjalanan pemerintah. Mendukung semua program-programnya, bukan dengan cara membuat podcast-podcast, analisis-analisis yang justru membingungkan masyarakat sehingga masyarakat terpecah dan terbelah," kata Sukmo.
Sekjen HIPMI Anggawira juga menilai buku Radian Syam responsif mencermati dinamika demokrasi di era VUCA atau ketidakpastian ini. Dia sepakat perlunya penguatan penegakan hukum untuk menjaga demokrasi di era ketidakpastian.
"Ya, saya rasa ini salah satu buku yang cukup merespons dinamika demokrasi saat ini, tapi yang terpenting menurut saya memang di era demokrasi yang sangat penuh dengan ketidakpastian adalah penegakan hukum yang juga di-highlight oleh buku Pak Radian Syam ini," ujar Anggawira.
Senada dengan Prof Fitra Asril dan Anggawira, politikus yang juga Staf Khusus Kepala Bappenas, Sukmo Harsono juga menilai buku Radian Syam sangat relevan dengan situasi demokrasi Indonesia saat ini.
Menurut dia, berita-berita khususnya di media sosial serta analisa sering mendistorsi keputusan-keputusan penting baik keputusan legislatif, eksekutif maupun yudikatif.
"Saya ingin mengatakan bahwa dalam situasi sekarang ini kita tidak boleh lepas dari pemerintah. Kita harus menjadi bagian penting dari perjalanan pemerintah. Mendukung semua program-programnya, bukan dengan cara membuat podcast-podcast, analisis-analisis yang justru membingungkan masyarakat sehingga masyarakat terpecah dan terbelah," kata Sukmo.
(jon)
Lihat Juga :