Sambut Menlu Belarus, DPD RI Dorong Swasembada Pangan Lewat Diplomasi Asta Cita
Selasa, 05 Agustus 2025 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Dalam konteks kerja sama pertanian, Belarus selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok pupuk utama Indonesia. Berdasarkan data resmi BPS, periode 2017–2021 mencatat pertumbuhan positif, dengan volume impor pupuk mencapai puncaknya pada 2021 sebesar 905,5 ribu ton.
Kondisi ini menegaskan pentingnya diversifikasi mitra dagang dan mempercepat kerja sama konkret seperti yang sedang dijajaki melalui jalur parlemen. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pupuk, yang krusial bagi ketahanan pangan nasional di masa depan.
Diketahui, kunjungan kehormatan Menlu Belarus ke DPD RI berlangsung tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di kediaman resminya, Ozyorny, Belarus, pada Selasa, 15 Juli 2025. Dalam pertemuan selama tiga jam tersebut, kedua kepala negara membahas peluang kerja sama strategis di berbagai bidang.
Setibanya di Tanah Air, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertemuan tersebut turut membahas kebutuhan strategis kedua negara, termasuk potensi kerja sama dalam penyediaan pupuk, potasium, dan komoditas penting lainnya. “Belarus membutuhkan banyak komoditas dari Indonesia, sementara kita juga memerlukan pasokan pupuk, potasium, dan produk terkait lainnya,” kata Presiden Prabowo di Jakarta.
Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Belarus dan Ketua DPD RI ini sekaligus menjadi bentuk konkret dukungan DPD RI terhadap agenda strategis negara Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita nomor 2 yang menitikberatkan pada pencapaian swasembada pangan nasional melalui penguatan kerja sama internasional dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Kondisi ini menegaskan pentingnya diversifikasi mitra dagang dan mempercepat kerja sama konkret seperti yang sedang dijajaki melalui jalur parlemen. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pupuk, yang krusial bagi ketahanan pangan nasional di masa depan.
Diketahui, kunjungan kehormatan Menlu Belarus ke DPD RI berlangsung tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di kediaman resminya, Ozyorny, Belarus, pada Selasa, 15 Juli 2025. Dalam pertemuan selama tiga jam tersebut, kedua kepala negara membahas peluang kerja sama strategis di berbagai bidang.
Setibanya di Tanah Air, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertemuan tersebut turut membahas kebutuhan strategis kedua negara, termasuk potensi kerja sama dalam penyediaan pupuk, potasium, dan komoditas penting lainnya. “Belarus membutuhkan banyak komoditas dari Indonesia, sementara kita juga memerlukan pasokan pupuk, potasium, dan produk terkait lainnya,” kata Presiden Prabowo di Jakarta.
Pertemuan antara Menteri Luar Negeri Belarus dan Ketua DPD RI ini sekaligus menjadi bentuk konkret dukungan DPD RI terhadap agenda strategis negara Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita nomor 2 yang menitikberatkan pada pencapaian swasembada pangan nasional melalui penguatan kerja sama internasional dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.
(rca)
Lihat Juga :