Cinta Kasih Tanpa Sekat, Romo Martinus Serukan Toleransi dan Persaudaraan Lintas Iman
Selasa, 05 Agustus 2025 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Terkait fenomena kekerasan atas nama agama di Indonesia, Romo Martinus menyayangkan praktik tersebut dan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perebutan pengaruh dan kekuasaan yang keliru. Ia menegaskan bahwa kemuliaan agama tidak dapat dicapai melalui penindasan atau kekerasan yang menyengsarakan sesama.
Ia mendorong perjumpaan lintas iman, khususnya di kalangan generasi muda, sebagai cara untuk memperkuat toleransi dan pemahaman. Ia menilai pentingnya ruang publik yang inklusif sebagai wadah interaksi lintas keyakinan, agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak hidup dalam lingkungan homogen yang mempersempit wawasan kebangsaan.
"Negara perlu menyediakan ruang-ruang perjumpaan seperti taman kota, lapangan, dan sarana olahraga terbuka. Ini akan membantu membangun kesadaran bersama dalam kebhinekaan," ujarnya.
Menutup keterangannya, Romo Martinus mengimbau agar lembaga pendidikan, baik formal maupun non-formal, tidak memisahkan siswa berdasarkan agama. Menurutnya, praktik segregasi pembelajaran agama yang masih terjadi hanya akan memperkuat sekat-sekat perbedaan, alih-alih mempererat persaudaraan.
"Generasi muda perlu saling bertemu, mengakui kesalahan diri dan kebaikan orang lain. Ini bagian penting dari membangun bangsa yang utuh," katanya.
Ia mendorong perjumpaan lintas iman, khususnya di kalangan generasi muda, sebagai cara untuk memperkuat toleransi dan pemahaman. Ia menilai pentingnya ruang publik yang inklusif sebagai wadah interaksi lintas keyakinan, agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak hidup dalam lingkungan homogen yang mempersempit wawasan kebangsaan.
"Negara perlu menyediakan ruang-ruang perjumpaan seperti taman kota, lapangan, dan sarana olahraga terbuka. Ini akan membantu membangun kesadaran bersama dalam kebhinekaan," ujarnya.
Menutup keterangannya, Romo Martinus mengimbau agar lembaga pendidikan, baik formal maupun non-formal, tidak memisahkan siswa berdasarkan agama. Menurutnya, praktik segregasi pembelajaran agama yang masih terjadi hanya akan memperkuat sekat-sekat perbedaan, alih-alih mempererat persaudaraan.
"Generasi muda perlu saling bertemu, mengakui kesalahan diri dan kebaikan orang lain. Ini bagian penting dari membangun bangsa yang utuh," katanya.
(abd)
Lihat Juga :