Ibas: Perkuat Hubungan Intelektual dan Diplomasi Akademik untuk Kemajuan Peradaban

Minggu, 03 Agustus 2025 - 11:05 WIB
loading...
Ibas: Perkuat Hubungan...
Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas/EBY) menegaskan pentingnya diplomasi akademik sebagai jembatan peradaban antara Asia Tenggara dan Amerika Latin, serta mendorong kemitraan strategis Indonesia - Meksiko di bidang pendid
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya diplomasi akademik sebagai jembatan peradaban antara Asia Tenggara dan Amerika Latin, serta mendorong kemitraan strategis Indonesia - Meksiko di bidang pendidikan, ekonomi, dan budaya.

Ia memperkenalkan Indonesia sebagai negara demokrasi kepulauan terbesar yang tengah memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045 dengan fokus pada pembangunan manusia, energi terbarukan, dan ketahanan pangan.

Baca juga: Ibas Ajak Gotong Royong Perkuat Ekonomi Bangsa

Hal tersebut disampaikan Ibas yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini dalam acara Academic Discussion (Diskusi Akademik) yang digelar di El Colegio de México, dikenal sebagai salah satu institusi akademik paling bergengsi di Amerika Latin, Selasa (29/7/2025).

“Kunjungan ini menjadi jembatan peradaban yang menghubungkan Asia Tenggara dan Amerika Latin. Kami ingin mendorong diplomasi akademik serta mengeksplorasi peluang kerja sama dalam kepemimpinan, produksi pengetahuan, dan kolaborasi kelembagaan,” ungkap Ibas mengawali pemaparannya.

Dia menyampaikan tujuan dari pertemuan ini. “Tujuan kami jelas: membangun hubungan intelektual dan budaya yang berkelanjutan antara Indonesia dan Meksiko, antara El Colegio de México dan berbagai lembaga kajian, universitas, serta institusi negara di kedua negara,” ujarnya.

Ibas menyampaikan apresiasi terhadap semangat belajar mahasiswa dari berbagai negara. “Saya melihat para mahasiswa yang datang ke El Colegio de México memiliki alasan kuat untuk belajar di sini. Saat ini baru ada satu mahasiswa asal Indonesia yang belajar di sini. Harapan kami, di masa mendatang akan lebih banyak mahasiswa yang datang untuk mempelajari Meksiko, Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia.”

Baca juga: 7 Jenderal TNI Alumni SMA Taruna Nusantara, Ini Daftar Namanya

Dalam pemaparannya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini memperkenalkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan populasi lebih dari 255 juta jiwa yang terus bertumbuh, khususnya generasi muda. Ia menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia merupakan proses yang terus berkembang.

“Kami adalah negara demokrasi terbesar keempat di dunia dengan pemilihan presiden secara langsung, ratusan bahasa daerah, lebih dari 300 kelompok etnis, tetapi tetap satu bangsa, satu identitas. Semboyan nasional kami, ‘Bhinneka Tunggal Ika,’ mencerminkan persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.

“Sistem politik dan demokrasi kami kini menempatkan Indonesia sebagai salah satu demokrasi terbesar di dunia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, demokrasi bagi kami bukanlah sekadar peristiwa, melainkan sebuah proses dan janji bagi rakyat,” sambungnya.

Dalam konteks ekonomi, EBY menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia berlandaskan pada keadilan sosial. “Kebijakan ekonomi kami berlandaskan keadilan sosial, sekaligus terbuka bagi investasi global. Kami menjaga keseimbangan antara dinamika pasar dan kesejahteraan publik, serta membuka diri terhadap berbagai proyek internasional,” kata dia.

“Indonesia merupakan salah satu dari 20 ekonomi terbesar dunia, anggota G20, sekaligus kini bergabung dengan BRICS. Kami berada di peringkat ke-16 secara nominal dan peringkat ke-7 berdasarkan paritas daya beli,” tambahnya.

Menyikapi berbagai tantangan dunia, Ibas kemudian menekankan posisi strategis Indonesia di tingkat global dan mengajak untuk membangun kemitraan strategis Indonesia–Meksiko berbasis pengetahuan, riset, dan pertukaran ide. “Dalam hubungan internasional, Indonesia aktif di ASEAN, G20, dan berbagai forum global lainnya. Prinsip politik luar negeri kami adalah ‘million friends, zero enemy’ dengan semangat membangun persahabatan dan kerja sama yang luas,” ujarnya.

“Kami berharap di masa depan Indonesia dan Meksiko dapat membangun kemitraan strategis yang komprehensif,” tambahnya.

EBY juga memaparkan bahwa dengan bonus demografi yang besar, Indonesia tengah menuju era keemasan pada 2045. “Ketika lebih dari 70% penduduk berada pada usia produktif, ini adalah peluang besar bagi kami untuk berinvestasi di bidang pendidikan, keterampilan, dan inovasi. Kami memiliki program LPDP dan banyak beasiswa yang membuka kesempatan luas bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan terbaik di dalam dan luar negeri.”

“Pertumbuhan populasi yang tinggi berarti kami memerlukan lebih banyak pangan, energi, dan sumber daya lainnya, sehingga kami harus mempersiapkan diri untuk mengelola bonus demografi ini dengan baik.”

Oleh karena itu Ibas menekankan perlunya pembangunan ketahan pangan. “Kami tengah membangun ketahanan dan kemandirian di sektor-sektor utama, seperti peningkatan produksi beras, jagung, dan komoditas lain.”

"Dalam transisi energi, mendorong produksi biofuel, tenaga surya, tenaga air, baterai kendaraan listrik, dan energi terbarukan lainnya. Dalam tata kelola lingkungan, kami juga berfokus menghadapi dampak perubahan iklim. Reformasi pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas penting, sejalan dengan industrialisasi inklusif yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.”

Sebagai negara yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan, EBY menegaskan bahwa Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata, dengan prinsip growth with equity.

“Kami percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus bersifat pro-job, pro-poor, dan pro-environment. Artinya, setiap kebijakan yang kami dorong harus menciptakan lapangan kerja, mengurangi ketimpangan sosial, serta menjaga kelestarian alam. Prinsip ini telah menjadi fondasi sejak era Presiden SBY, dan hingga kini tetap menjadi arah utama pembangunan nasionals,” ujarnya.

Di akhir pemaparannya, EBY mengajukan beberapa pertanyaan, salah satunya “Strategi bersama apa yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin tidak pasti dan saling terhubung? Kita memerlukan generasi muda yang cerdas dan terdidik, termasuk mahasiswa Indonesia yang belajar di El Colegio de México, untuk kembali dan membangun masa depan bersama,” pungkasnya.

Menanggapi diskusi ini, Prof. Chris Lundry, Center of Asian-African Studies, El Colegio de México menyampaikan beberapa hal, antara lain peluang kerja sama strategis serta pertukaran budaya antara Indonesia dan Meksiko dalam konteks dinamika geopolitik dan hubungan antar kawasan.

“Sebagai akademisi, tentu saya ingin melihat pertukaran akademik dari dosen peneliti hingga mahasiswa. Tahun ini, kami menyambut mahasiswa Indonesia pertama dalam program internasional kami. Ini luar biasa. Saya mengagumi kesamaan antara Meksiko dan Indonesia, masyarakatnya hangat, ramah, terbuka, dan santai. Mungkin ini juga bisa menjadi fondasi untuk memperkuat hubungan kedua negara,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri oleh beberapa profesor, di antaranya, Prof. José Antonio Cervera (Director of the Center for Asian and African Studies) Prof. Matías Chiappe (Research Coordinator), Prof. Chris Lundry (Center of Asian-African Studies, El Colegio de México) dan lain sebagainya.

Edhie Baskoro hadir bersama sejumlah anggota delegasi parlemen Indonesia yang turut mendukung penguatan kerja sama antar universitas serta pusat penelitian antara Indonesia dan Meksiko, di antaranya Herman Khaeron, Fathi, dan Bramantyo.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Balas Kunjungan Presiden...
Balas Kunjungan Presiden Lukashenko, Prabowo Bakal ke Belarus
Prabowo dan Lukashenko...
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Perkuat Kerja Sama Perbatasan...
Perkuat Kerja Sama Perbatasan RI-Malaysia, Ditjen Bina Adwil Kenalkan Bridge System
FIFA: Cooling Break...
FIFA: Cooling Break Dihilangkan di Laga Meksiko vs Ekuador
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Rekomendasi
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Berita Terkini
Retorika Visual Diplomasi...
Retorika Visual Diplomasi Prabowo dan Lukashenko
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
AAI Satukan Kepengurusan...
AAI Satukan Kepengurusan lewat Munaslub Bersama di Jakarta
2 Brigjen Naik Jadi...
2 Brigjen Naik Jadi Irjen Pol usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Nama dan Profilnya
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved