Nusron Wahid Dukung Sesepuh Ponpes Buntet Cirebon KH Abbas Abdul Jamil Jadi Pahlawan Nasional
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 19:52 WIB
loading...
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menghadiri haul KH Abbas di Ponpes Buntet Cirebon. Foto/Muslimin
A
A
A
CIREBON - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyatakan dukungannya terhadap pengusulan KH Abbas Abdul Jamil sebagai pahlawan nasional . Dukungan tersebut disampaikan Nusron saat menghadiri Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren, Sabtu (2/8/2025).
KH Abbas Abdul Jamil merupakan tokoh penting dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon yang kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia telah banyak diakui. Usulan untuk menjadikannya sebagai pahlawan nasional sebelumnya mencuat dalam kegiatan Istigasah dan Seminar yang digelar di Pendopo Kabupaten Cirebon pada 17 Mei 2025.
"Kita semua mendukung. Saya senang kalau nanti Kiai Abbas ditetapkan menjadi pahlawan nasional," ujar Nusron Wahid.
Baca Juga: Karamah Kiai Abbas, Panglima Perang 10 November: Kibasan Sorban dan Tongkatnya Merontokkan Pesawat Sekutu
Menurut Nusron, KH Abbas adalah sosok yang layak mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional karena kontribusinya yang nyata dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Ia tidak hanya ikut berjuang secara fisik, tetapi juga aktif dalam kegiatan gerilya dan membimbing umat melalui pendidikan pesantren.
KH Abbas Abdul Jamil merupakan tokoh penting dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon yang kiprahnya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia telah banyak diakui. Usulan untuk menjadikannya sebagai pahlawan nasional sebelumnya mencuat dalam kegiatan Istigasah dan Seminar yang digelar di Pendopo Kabupaten Cirebon pada 17 Mei 2025.
"Kita semua mendukung. Saya senang kalau nanti Kiai Abbas ditetapkan menjadi pahlawan nasional," ujar Nusron Wahid.
Baca Juga: Karamah Kiai Abbas, Panglima Perang 10 November: Kibasan Sorban dan Tongkatnya Merontokkan Pesawat Sekutu
Menurut Nusron, KH Abbas adalah sosok yang layak mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Nasional karena kontribusinya yang nyata dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Ia tidak hanya ikut berjuang secara fisik, tetapi juga aktif dalam kegiatan gerilya dan membimbing umat melalui pendidikan pesantren.
Lihat Juga :