Ibas: RI-Meksiko Bisa Tingkatkan Kerja Sama Pertanian dan Diversifikasi Komoditas Utama
Kamis, 31 Juli 2025 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun kedua negara terpisahkan oleh jarak, Wakil Rakyat dari Dapil Jatim VII ini menyebut bahwa tantangan yang dihadapi petani tetap serupa. “Para petani kita mungkin terpisah oleh lautan, tapi mereka menghadapi perjuangan yang sama antara tradisi dan teknologi, antara harapan dan kesulitan,” sebutnya.
Ibas yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin ini pun menekankan besarnya potensi kerja sama pertanian kedua negara. “Ya, Indonesia dan Meksiko memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian.”
Menurutnya, peluang itu dapat diwujudkan melalui Kerjasama teknologi cerdas. “Contohnya: Meksiko dapat berbagi pengalaman tetang irigasi tetes yang telah banyak diterapkan di wilayah kering, sementara Indonesia dapat memperkenalkan sistem pemetaan lahan berbasis drone berbiaya rendah untuk petani kecil.”
Selain itu, inovasi pascapanen juga menjadi perhatian penting yang disampaikan oleh EBY. “Kemudian dalam inovasi pascapanen, kita dapat bersama-sama mengembangkan cold storage bertenaga surya untuk petani di pedesaan guna mengurangi kehilangan hasil panen.”
Ibas juga menyoroti peluang digitalisasi pertanian yang inklusif. “Dalam hal platform digital pertanian, kedua negara dapat mengembangkan aplikasi mobile bersama untuk memudahkan petani mengakses prakiraan cuaca, harga pasar secara real-time, dan sistem pendeteksi hama berbasis AI,” sambungnya.
Diversifikasi perdagangan komoditas utama, menurutnya, juga penting diperkuat. “Kerja sama juga dapat diperkuat melalui diversifikasi perdagangan komoditas utama. Dari Indonesia ke Meksiko, potensi ekspor antara lain minyak sawit dan turunannya yang berkelanjutan, kopi dan kakao, serta produk perikanan seperti udang dan nila,” katanya.
“Sementara dari Meksiko ke Indonesia, potensi ekspor meliputi jagung kuning untuk pakan, daging sapi segar dan beku, serta bibit sapi jenis Brahman-cross atau Zebu yang cocok untuk iklim tropis," sebutnya.
Ibas yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin ini pun menekankan besarnya potensi kerja sama pertanian kedua negara. “Ya, Indonesia dan Meksiko memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian.”
Menurutnya, peluang itu dapat diwujudkan melalui Kerjasama teknologi cerdas. “Contohnya: Meksiko dapat berbagi pengalaman tetang irigasi tetes yang telah banyak diterapkan di wilayah kering, sementara Indonesia dapat memperkenalkan sistem pemetaan lahan berbasis drone berbiaya rendah untuk petani kecil.”
Selain itu, inovasi pascapanen juga menjadi perhatian penting yang disampaikan oleh EBY. “Kemudian dalam inovasi pascapanen, kita dapat bersama-sama mengembangkan cold storage bertenaga surya untuk petani di pedesaan guna mengurangi kehilangan hasil panen.”
Ibas juga menyoroti peluang digitalisasi pertanian yang inklusif. “Dalam hal platform digital pertanian, kedua negara dapat mengembangkan aplikasi mobile bersama untuk memudahkan petani mengakses prakiraan cuaca, harga pasar secara real-time, dan sistem pendeteksi hama berbasis AI,” sambungnya.
Diversifikasi perdagangan komoditas utama, menurutnya, juga penting diperkuat. “Kerja sama juga dapat diperkuat melalui diversifikasi perdagangan komoditas utama. Dari Indonesia ke Meksiko, potensi ekspor antara lain minyak sawit dan turunannya yang berkelanjutan, kopi dan kakao, serta produk perikanan seperti udang dan nila,” katanya.
“Sementara dari Meksiko ke Indonesia, potensi ekspor meliputi jagung kuning untuk pakan, daging sapi segar dan beku, serta bibit sapi jenis Brahman-cross atau Zebu yang cocok untuk iklim tropis," sebutnya.
Lihat Juga :