Pidato di Forum Institut Peradaban, SBY Paparkan Pemikiran terkait Gejala The World Disorder

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:21 WIB
loading...
Pidato di Forum Institut...
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpidato dalam forum dialog kebangsaan yang digelar Institut Peradaban di Jakarta, Rabu (30/7/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Institut Peradaban mengundang Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpidato dalam forum dialog kebangsaan di Jakarta, Rabu (30/7/2025). Saat SBY berpidato, beberapa menteri dan tokoh nasional serta tamu undangan lainnya termasuk beberapa perwakilan kedutaan negara sahabat yang hadir di acara ini mendengarkan dan menyimak dengan serius.

SBY mengetengahkan ide pemikiran serta gagasannya terkait tentang gejala the world disorder. Tatanan dunia yang bergejolak, yang penting diantisipasi dengan segala akibatnya dalam dinamika peradaban umat manusia, di mana Indonesia, mau tidak mau terlibat aktif di dalamnya. Baca juga: Mengapa SBY Memilih Jalur Seni setelah Tak Lagi Berada di Lingkungan Pengambil Kebijakan?

Peradaban Indonesia maju sebagai bagian dari peradaban dunia yang berkembang, haruslah terus terlibat aktif dalam agenda kemanusiaan global. Pidato SBY sangat menarik dan menginspirasi semua pihak untuk berbuat sesuatu yang semakin baik untuk masa depan.

SBY dalam pidatonya berbicara soal peradaban dan faktor penyebab runtuhnya peradaban yang perlu diperhatikan dalam kondisi dunia saat ini. Menurutnya, negara yang kuat bisa mengalami keruntuhan jika pemimpinnya menempatkan diri di atas hukum dan rakyat.

“Satu abad terakhir, kita kerap menyaksikan negara kuat jatuh, saya ulangi, negara kuat jatuh lantaran pemimpinnya meletakkan dirinya di atas peranata hukum, di atas sistem yang adil, dan di atas kesetiaan sejati terhadap negara dan rakyatnya,” kata SBY.

"Jadi saudara-saudara, sejarah dan pemikiran para tokoh peradaban tadi memberi kita pelajaran penting. Bahwa daya tahan peradaban bukan ditentukan oleh kejayaan atau senjata. Tetapi oleh kematangan nilai, ketangguhan sosial, dan kapasitas untuk beradaptasi secara cerdas dan bermoral. Mereka yang bertahan bukanlah yang paling kuat secara fisik, tapi yang paling mampu mengelola perubahan," ujarnya.

Dalam kegiata ini, juga dipamerkan 2 lukisan karya SBY seolah mendampingi sang empunya berpidato. Lukisan itu adalah Stop War, United For Peace tahun 2025 berukuran 240 cm X 140,5 cm. Kedua, Peace With Nature tahun 2025 berukuran300 cm x 150 cm.

Banyak pihak meyakini lukisan tidak hanya bisa dinikmati sebagai suatu karya seni yang indah saja. Lebih dari itu, lukisan bisa menjadi alat diplomasi. Saat politik dunia dipenuhi ketegangan, seperti sekarang ini, seni bisa dijadikan sebagai alat diplomasi penting. Agar suasana bisa jadi lebih cair dan sudut pandang menjadi lebih lembut.

Pembina Yayasan Institut Peradaban Prof Jimly Asshiddiqie memberikan hormat yang tinggi kepada SBY yang telah berhasil memimpin pemerintahan Indonesia pasca reformasi dengan gemilang. SBY berhasil mengantarkan transisi yangmulus kepada pemerintahan selanjutnya, kepemimpinan Presiden ke-7 JokoWidodo (2014-2024).

”SBY berhasil mengakhiri tugas pengabdiannya dengan husnul khatimah dan terus berkarya melalui kesenian, warisan-warisan kebudayaan, dan pemikiran-pemikirankebangsaan, serta peran aktif dalam mempromosikan kebijakan perubahan iklim dan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat, serta kampanye kemanusiaanuntuk perdamaian dunia yang berkeadilan,” katanya.

Dalam pidatonya SBY tadi, lanjut Jimly, seperti pernah terjadi pada pertengahan abad ke-20, setelah Perang Dunia I, Great Depression pada 1930-an, dilanjutkan Perang Dunia II pada 1940-an yang berakhir dengan terjadinya big-bank change in the human history. Maka menuju pertengahan abad ke-21, besar kemungkinan akan terjadi lagi another big-bank change in the world history yang harus diantisipasi. Baca juga: Jimly Asshiddiqie Usul Presiden Dipilih Rakyat dan Wapres Dipilih MPR

”Mari kita mempersiapkan dengan segala langkah yang terukur untuk kepentingan peradaban Indonesia maju di tengah dinamika ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaianyang abadi, dan keadilan sosial,” lanjutnya.

Institut Peradaban adalah sebuah lembaga yang diniatkan ikut berperan dalam perjalanan bangsa ke arah peradaban yang lebih tinggi. Melalui forum ini, Institut Peradaban ingin mengirim pesan bahwa masih ada ruang untuk merajut dialog.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Kepemimpinan Prabowo...
Kepemimpinan Prabowo Dinilai Mampu Jaga Kedaulatan Negara dan Stabilitas Politik
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Sambil Melukis di Magelang,...
Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah
Menag Nasaruddin Umar:...
Menag Nasaruddin Umar: NU Mampu Menjembatani Peradaban Timur dan Barat
Rekomendasi
Mengenal Terapi Regeneratif,...
Mengenal Terapi Regeneratif, Pendekatan Medis untuk Peremajaan dan Pemulihan Jaringan
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap, Pakar Hukum: Tak Ada Tekanan dari Kubu Jokowi
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved