Mardiono Dinilai Telah Buktikan Layak Melanjutkan Kepemimpinan PPP

Senin, 28 Juli 2025 - 17:50 WIB
loading...
Mardiono Dinilai Telah...
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono dinilai telah membuktikan bahwa dirinya layak melanjutkan kepemimpinan di partai berlambang ka’bah tersebut. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono dinilai telah membuktikan bahwa dirinya layak melanjutkan kepemimpinan di partai berlambang ka’bah tersebut. Kader PPP Rahmat Hidayat mengakui Pemilu 2024 meninggalkan catatan pahit bagi PPP.

“Tidak tercapainya ambang batas parlemen tentu menjadi alarm serius yang tidak bisa diabaikan. Evaluasi harus dilakukan. Tetapi evaluasi yang bijak menuntut keseimbangan antara kritik dan apresiasi, antara emosi dan akal sehat,” kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/7/2025).

Di tengah riuhnya tuntutan pembaruan, kata dia, satu nama terus disebut Muhamad Mardiono, Pelaksana Tugas Ketua Umum. Dia mengungkapkan, sebagian menilai beliau gagal, sebagian lain melihatnya sebagai tokoh yang justru paling berkontribusi dalam menjaga PPP tetap hidup.

Baca juga: Muswilub PPP Dibatalkan, Ketua DPP: Kedudukan Mahkamah Dijamin UU dan Wajib Dipatuhi



“Maka pertanyaannya bukan sekadar ‘siapa yang salah?’, melainkan: ‘siapa yang tetap bertahan ketika yang lain memilih pergi?’,” kata Pemerhati Hukum Partai Politik ini.

Dia mengatakan, Mardiono menerima estafet kepemimpinan bukan dalam situasi normal. Dia mengungkapkan Mardiono hadir ketika partai menghadapi ketidakstabilan struktural dan kepercayaan publik yang mulai menurun.

“Tidak banyak yang bersedia mengambil risiko memimpin partai di saat badai. Tapi beliau hadir — bukan dengan retorika, melainkan dengan langkah konkret,” tuturnya.

Dia menambahkan, Mardiono tidak mencalonkan diri dalam pemilu. Sebaliknya, lanjut dia, Mardiono mengabdikan sepenuhnya untuk membenahi organisasi, menyatukan fraksi-fraksi internal, dan mengorbankan dana pribadinya untuk memastikan saksi dan logistik partai tetap berjalan di lapangan.

“Ini adalah bentuk pengabdian yang jarang terlihat dalam politik praktis hari ini. Gagalnya PPP masuk ke parlemen tentu harus dievaluasi. Tetapi menyederhanakan penyebabnya menjadi kesalahan satu orang justru mengabaikan kompleksitas politik modern,” kata dia.

Dia mengatakan, pemilu adalah hasil dari banyak variabel: kekuatan caleg di daerah, efektivitas kampanye, dinamika pilpres, hingga perubahan perilaku pemilih. “Dalam kerangka itu, menyalahkan Pak Mardiono secara tunggal adalah bentuk ketidakadilan naratif. Padahal, beliau adalah figur yang justru menjaga PPP dari kehancuran yang lebih besar,” ucapnya.

Dia mengakui PPP membutuhkan pemulihan, bukan perpecahan baru. Dia melanjutkan, proses regenerasi boleh berjalan, tapi tidak dengan cara mendelegitimasi mereka yang sudah bekerja keras.

“Pak Mardiono bukan orang yang sempurna—seperti kita semua. Tapi beliau adalah sosok yang telah terbukti tenang, konsisten, dan tidak haus jabatan,” kata dia.

Dalam politik, sambung dia, kesinambungan adalah syarat dasar konsolidasi. Dia mengatakan, Muktamar PPP ke depan semestinya menjadi ruang evaluasi strategis, bukan sekadar penggulingan simbolik.

“Jika PPP ingin kembali ke panggung nasional, ia membutuhkan figur yang memahami medan, menghargai organisasi, dan memiliki legitimasi moral. Pak Mardiono adalah salah satunya,” ucapnya.

Dia mengatakan, PPP adalah warisan sejarah yang tidak boleh dikorbankan hanya karena ego sesaat. Dia melanjutkan, kini saatnya mengedepankan rasionalitas dan menjauh dari politisasi kekecewaan.

“Mari tempatkan kritik dalam konteks, dan apresiasi dalam proporsi. Dalam cahaya itu, kita akan melihat bahwa Pak Mardiono bukan beban partai—tetapi fondasi penting bagi kebangkitan PPP. Beliau tidak gagal. Justru dengan ketenangan, pengorbanan, dan ketulusan, beliau telah membuktikan dirinya layak untuk melanjutkan kepemimpinan,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
PN Jakpus Tolak Gugatan...
PN Jakpus Tolak Gugatan soal SK DPW PPP Jawa Barat, Kepengurusan UU-Agus Solihin Dinyatakan Sah
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
Pilih Tangkap Putin...
Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu, Uni Eropa Dinilai Munafik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved