Waketum Partai Perindo: Jangan Sampai Demokrasi di Indonesia Terus Alami Kemunduran

Sabtu, 26 Juli 2025 - 17:33 WIB
loading...
A A A
"Padahal pemerintahan ini harus menghormati sciens base, evidence base. Dengan science dan evidence base, penyelenggaraan pemerintahan dapat dipertanggungjawabkan, dilaksanakan dengan rasionalitas tertentu. Ini penting bagi rakyat," ucap Susi.

Sementara itu, Bernadett Szel memaparkan tentang pentingnya peran pemuda dalam memperkuat dan mempertahankan demokrasi. Dalam konteks Hungaria yang mengalami perubahan politik signifikan setelah 2010.

"Generasi muda aktif terlibat dalam gerakan menentang rezim otoriter dan berupaya menyusun kekuatan kolektif untuk melawan upaya perubahan konstitusi dan kebijakan yang mereduksi nilai-nilai demokrasi," katanya.

Bernadett menyatakan, generasi muda memiliki peran dalam melakukan perlawanan terhadap rezim otoriter dan mendorong demokrasi. Kolaborasi antara individu dan kelompok yang memiliki visi sejalan, tanpa memandang usia atau latar belakang sangat penting dalam upaya mempertahankan nilai-nilai demokrasi.

"Kontribusi mahasiswa dan organisasi muda memiliki peran signifikan dalam mempromosikan nilai-nilai demokratis serta hak asasi manusia," ujarnya.

Dalam membahas sejarah politik Hungaria, tutur Bernadett, terjadi pergeseran dari sistem demokrasi utuh menuju rezim otoriter sejak 2010. Dia juga menyoroti tantangan yang dihadapi aktivis muda, seperti pengaruh propaganda negatif dari rezim otoriter yang menggunakan kampanye kebencian terhadap kelompok minoritas.

"Bahasa dan retorika memiliki peran penting dalam membentuk narasi politik. Karena itu, kaum muda didorong untuk memiliki kepekaan terhadap isu-isu hak asasi manusia dan membentuk jejaring global guna melawan otoritarianisme," tuturnya.

Bernadett memandang pemuda sebagai kekuatan penting yang mampu menyuarakan kritik dan berjuang demi nilai-nilai demokrasi di tengah tekanan politik yang terus berkembang.

Menurut Bernadett, kondisi demokrasi di Indonesia dan Hungaria hampir sama, mengalami kemunduran. Tetapi, di Indonesia lebih mengarah ke penguatan militer dalam proses demokrasi.

"Pemerintahan otoriter seperti wabah di berbagai negara di dunia. Namun ada perbedaan, di Indonesia militer menjadi tren sebagai ancaman demokrasi, sedangkan di Hungria berbeda. Pemerintahan sipil justru melemahkan demokrasi itu sendiri," ucap Bernadett.

Menurut Bernadett, langkah yang harus diambil rakyat untuk melawan rezim otoriter adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan NGO memiliki peran besar dalam menyadarkan masyarakat akan hak-hak mereka. Rakyat jangan dibiarkan sendiri.

Sebab jika itu terjadi, rakyat semakin lemah dalam melawan tekanan rezim yang memiliki kekuasaan, kekuatan dan uang. Rezim otoriter itu tidak punya ideologi. Mereka hanya punya power, kepentingan, dan uang.

"Otoritarianisme itu mahal sehingga rezim otoriter cenderung dekat dengan korupsi, melindungi oligarki, dan orang-orang di sekitarnya," ujar Bernadett.

Pemaparan para narasumber itu mengundang tanggapan aktif dari mahasiswa dan dosen. Mereka menyoroti tentang gerakan masyarakat terus direpresi oleh sistem dan penegakan hukum sumir di Indonesia.

Bilal Dewansyah, dosen Hukum Tata Negara FH Unpad menyoroti tentang partisipasi dalam pembentukan hukum di Hungaria dan Indonesia.

"Berbagai taktik digunakan rezim otoriter untuk melemahkan proses demokrasi, seperti konsultasi nasional palsu dan kampanye propaganda," kata Bilal.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Deklarasi Kebangsaan,...
Deklarasi Kebangsaan, Gabungan Aliansi BEM Nasional Serukan 5 Tuntutan
Perindo Ajak Tokoh Muda...
Perindo Ajak Tokoh Muda Indonesia Timur Ambil Peran Menuju 2029
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
Rekomendasi
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved