Hari Anak Nasional, Kementerian Imipas Kurangi Hukuman 1.310 Anak Binaan

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:08 WIB
loading...
Hari Anak Nasional,...
Menteri Imipas Agus Andrianto mengurangi hukuman kepada ribuan anak binaan di seluruh Indonesia. Foto/istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memberikan remisi atau pengurangan masa pidana (PMP) terhadap 1.310 anak binaan di seluruh Indonesia. PMP diberikan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2025.

Menteri Imipas Agus Andrianto menjelaskan dari ribuan anak binaan itu, 38 di antaranya langsung bebas. "Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan berikan PMP kepada 1.310 Anak Binaan di seluruh Indonesia pada peringatan Hari Anak Nasional. Dari jumlah tersebut, 38 Anak Binaan langsung Bebas usai mendapat PMP HAN II," kata Agus, Rabu (23/7/2025).

Secara rinci pengurangan masa pidana Hari Anak Nasional I terdiri dari 938 anak menerima pengurangan masa pidana satu bulan; 174 anak binaan menerima pengurangan masa pidana sebanyak 2 bulan; 143 anak binaan menerima pengurangan masa pidana 3 bulan; dan 17 Anak Binaan menerima pengurangan masa pidana 4 bulan.

Baca juga: Menteri Imipas Pastikan Pemberian Remisi Dasawarsa Tahun 2025

Sementara untuk PMP HAN II, 23 anak binaan menerima pengurangan masa pidana 1 bulan; 8 anak binaan menerima pengurangan masa pidana 2 bulan; dan 7 anak binaan menerima pengurangan masa pidana 3 bulan.

"PMP merupakan wujud nyata dari sikap negara sebagai penghargaan kepada Anak Binaan yang telah berbuat baik dan memperbaiki diri. Ini menjadi indikator Anak Binaan telah menaati peraturan dan mengikuti program pembinaan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga: 20 Jenderal Polisi Tinggalkan Korps Bhayangkara usai Dimutasi Kapolri pada Juni 2025, Ini Namanya

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri itu menilai fokus utama dalam pembinaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) adalah pendidikan dan peningkatan skill keterampilan. Bahkan pendidikan formal SD, SMP dan SMA, pendidikan informal program Paket A, B,C, serta program pengembangan bakat dan keterampilan juga tak terlupakan.

“Kami bangga tidak sedikit Anak binaan kami dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan berbekal ijazah yang mereka dapat saat sekolah di LPKA," kata Agus.



"Bahkan cukup banyak yang sukses mendapatkan pekerjaan yang bergengsi. Itulah sebenarnya tujuan pentingnya, selain mereka menyadari kesalahannya juga menjadikan mereka generasi tangguh, intelectual, dan mandiri. Karena sekali lagi mereka bagian dari generasi emas Indonesia," sambungnya.

Sebagai informasi, tahun ini penerima PMP HAN terbanyak berasal dari Sumatera Utara sebanyak 163 anak binaan, Jawa Timur sebanyak 132 anak binaan, dan Jawa Barat sebanyak 97 anak binaan. Melalui PMP HAN, negara menghemat biaya makan anak binaan sebesar Rp939.930.000,00.

PMP bagi Anak Binaan merupakan bagian dari pendekatan rehabilitatif yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenko Kumham Imipas...
Kemenko Kumham Imipas Raih Penghargaan Istimewa Digital Innovation in Public Services di DIA 2026
Yusril Ihza Mahendra...
Yusril Ihza Mahendra Dorong Penguatan Pengawasan Cegah Praktik Maladministrasi
44 Warga Binaan Terima...
44 Warga Binaan Terima Remisi Khusus Imlek 2026
Kementerian Imipas Lepas...
Kementerian Imipas Lepas 428 Warga Binaan Lapas Aceh Tamiang
Menteri Agus: Setiap...
Menteri Agus: Setiap Warga Binaan Miliki Potensi untuk Berubah dan Berkontribusi
Napi Siegfried Mets...
Napi Siegfried Mets dan Ali Tokman Dipulangkan ke Belanda
BPJS Kesehatan dan Kemenimipas...
BPJS Kesehatan dan Kemenimipas Perkuat Perlindungan JKN bagi Warga Binaan
Berbasis Kearifan Lokal,...
Berbasis Kearifan Lokal, Sistem Pembinaan di Lapas Bali Dipuji Dunia
Program Ramadan NLP...
Program Ramadan NLP Institute Indonesia Dapat Sambutan Positif Pimpinan LPKA
Rekomendasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Berita Terkini
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved