27 Tahun PKB: Momentum Lepas dari Middle Party Trap

Rabu, 23 Juli 2025 - 16:47 WIB
loading...
27 Tahun PKB: Momentum...
Syaiful Huda, Ketua DPP PKB. Foto/Ist
A A A
Syaiful Huda
Ketua DPP PKB

BULAN
Juli memang selalu syahdu. Tak hanya karena puisi, tetapi di bulan ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lahir dan berdiri. Tepat 23 Juli 1998, 27 tahun lalu. Ditilik dari umur, 27 tahun merupakan usia matang bagi sebuah partai politik untuk melakukan refleksi.

Terutama dalam konteks naik turunnya elektabilitas di panggung demokrasi Indonesia. Perjalanan PKB tidak lepas dari dinamika politik yang kompleks. Mulai dari tantangan internal hingga persaingan elektoral yang kian pragmatis. Pemilu 2024 menjadi salah satu ujian terberat PKB, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan dengan capaian suara tertinggi sepanjang sejarah partai ini.

Sejak pemilu pertama 1999, PKB konsisten menjadi representasi politik warga Nahdliyin. Namun, seperti partai lainnya, elektabilitas PKB fluktuatif. Pada Pemilu 2004, PKB meraih 10,6% suara (52 kursi), tetapi sempat terjun bebas di Pemilu 2014 (8,9%, 47 kursi). Pemilu 2019 menjadi titik balik dengan perolehan 9,7% suara (58 kursi), dan pada 2024, PKB melesat menjadi partai dengan suara terbanyak (13,2%, 68 kursi).

Prestasi ini patut diapresiasi, mengingat Pemilu 2024 diwarnai transaksionalitas politik yang begitu brutal. PKB juga menghadapi tantangan multidimensi di Pemilu 2024. Pertama, adanya degradasi legitimasi akibat pernyataan sejumlah tokoh PBNU yang mempertanyakan hubungan PKB-NU. Kedua ancaman kriminalisasi hukum kepada sejumlah elit partai. Ketiga, fragmentasi suara Nahdliyin akibat maraknya partai berlatar Islam.

Namun, PKB mampu keluar dari "lubang jarum" dengan strategi yang tepat yakni dengan majunya Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) sebagai kontestan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres). Tampilnya Gus Muhaimin memunculkan coat tail effect (efek ekor jas) yang nyata bagi PKB. Suara PKB melesat dan menaikkan kursi parlemen baik di level pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

PKB juga berhasil memunculkan 16 kader terbaik di parlemen dari daerah-daerah pemilihan (dapil) yang selama ini belum pernah mengirimkan perwakilan. Suara PKB di basis-basis Nahdliyin juga tidak goyah meskipun degradasi legitimasi dari elit PBNU datang bertubi-tubi.

Lepas dari Jebakan Partai Medioker


Kenaikan suara PKB tidak boleh membuatnya berpuas diri. Sejarah menunjukkan, partai yang terjebak dalam middle-party trap—stagnan di level menengah tanpa terobosan—akan tergerus zaman. PKB harus belajar dari nasib saudara tua Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang tersingkir dari DPR pada 2024 setelah gagal beradaptasi dengan perubahan sosial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Rekomendasi
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
Berita Terkini
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved