Abraham Samad Sebut Tak Ada Masalah dengan Jokowi, Kok Dilaporkan ke Polisi?
Rabu, 23 Juli 2025 - 07:37 WIB
loading...
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menjadi narasumber dalam Podcast SindoNews To The Point Aja di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Foto: Sindonews/Ari Sandita Murti
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengaku heran mengapa sampai namanya ikut terseret dalam kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Dia merasa tak memiliki masalah apa pun dengan Jokowi.
"Misalnya kalau pun saya dianggap mengkritik pemerintahan, ingat pemerintahan Jokowi itu wajar sebagai seorang intelektual, saya akan mengkritik kalau ada langkah-langkah kebijakan yang menurut hemat saya tak tepat secara hukum. Misalnya saya mengkritik dia melemahkan KPK lewat revisi UU, itu wajar menurut saya. Tapi secara personal saya tak ada masalah," ujarnya dalam Podcast Sindonews To The Point Aja di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Abraham Samad Siap Dipanggil Polisi di Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi, dia memang kerap mengkritik pemerintahan Jokowi. Namun, kritikan itu ditujukan pada pemerintahan, bukan pada pribadi Jokowi.
Kritikan terhadap pemerintahan Jokowi yang dilakukannya dahulu itu berdasarkan penilaiannya atas langkah tak tepat yang diambil pemerintahan Jokowi dalam suatu kebijakan. Misalnya saja tentang Revisi UU KPK yang justru dianggap melemahkan KPK.
Secara personal, dia tak memiliki masalah apa pun dengan Jokowi. Contohnya saat pernikahan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, dia diundang dan kala itu dia datang bersama anaknya, yang mana saat itu juga dia mengobrol santai dengan Jokowi.
"Jadi secara personal saya tak ada masalah, tapi kalau mengkritik kebijakan Jokowi ya saya sering mengkritik kebijakan, tapi ini kebijakan, bukan Jokowi secara personal, kira-kira begitu. Itu yang harus dibedakan dan bagi saya, saya tak ada masalah dengan Pak Jokowi, kecuali kalau Pak Jokowi yang menganggap dia ada masalah sama saya, saya tak tahu kira-kira begitu," jelas Samad.
Maka itu, dia heran mengapa sampai namanya ikut terseret hingga disebut-sebut menjadi salah satu orang yang dipanggil polisi di kasus ijazah Jokowi. Meski begitu, jika memang keterangannya dibutuhkan untuk membuat terang peristiwa, bukan untuk dijadikan sebuah target atau kriminalisasi, dia tentu siap memenuhinya.
"Mungkin supaya seksi kasus ini, karena ada nama Abraham Samad. Saya juga kaget ini. Lucu juga sih sebenarnya kasus ini, kemarin waktu saya di luar negeri jadi ketawa-ketawa juga kok nama saya dimasukkan, apa motivasinya, tapi ya gak apa-apa," ungkapnya.
"Misalnya kalau pun saya dianggap mengkritik pemerintahan, ingat pemerintahan Jokowi itu wajar sebagai seorang intelektual, saya akan mengkritik kalau ada langkah-langkah kebijakan yang menurut hemat saya tak tepat secara hukum. Misalnya saya mengkritik dia melemahkan KPK lewat revisi UU, itu wajar menurut saya. Tapi secara personal saya tak ada masalah," ujarnya dalam Podcast Sindonews To The Point Aja di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Baca juga: Abraham Samad Siap Dipanggil Polisi di Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi, dia memang kerap mengkritik pemerintahan Jokowi. Namun, kritikan itu ditujukan pada pemerintahan, bukan pada pribadi Jokowi.
Kritikan terhadap pemerintahan Jokowi yang dilakukannya dahulu itu berdasarkan penilaiannya atas langkah tak tepat yang diambil pemerintahan Jokowi dalam suatu kebijakan. Misalnya saja tentang Revisi UU KPK yang justru dianggap melemahkan KPK.
Secara personal, dia tak memiliki masalah apa pun dengan Jokowi. Contohnya saat pernikahan putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, dia diundang dan kala itu dia datang bersama anaknya, yang mana saat itu juga dia mengobrol santai dengan Jokowi.
"Jadi secara personal saya tak ada masalah, tapi kalau mengkritik kebijakan Jokowi ya saya sering mengkritik kebijakan, tapi ini kebijakan, bukan Jokowi secara personal, kira-kira begitu. Itu yang harus dibedakan dan bagi saya, saya tak ada masalah dengan Pak Jokowi, kecuali kalau Pak Jokowi yang menganggap dia ada masalah sama saya, saya tak tahu kira-kira begitu," jelas Samad.
Maka itu, dia heran mengapa sampai namanya ikut terseret hingga disebut-sebut menjadi salah satu orang yang dipanggil polisi di kasus ijazah Jokowi. Meski begitu, jika memang keterangannya dibutuhkan untuk membuat terang peristiwa, bukan untuk dijadikan sebuah target atau kriminalisasi, dia tentu siap memenuhinya.
"Mungkin supaya seksi kasus ini, karena ada nama Abraham Samad. Saya juga kaget ini. Lucu juga sih sebenarnya kasus ini, kemarin waktu saya di luar negeri jadi ketawa-ketawa juga kok nama saya dimasukkan, apa motivasinya, tapi ya gak apa-apa," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :