Soal Panggilan Kepolisian di Kasus Ijazah Jokowi, Abraham Samad: Jangan-jangan Ada yang Menarget Saya

Rabu, 23 Juli 2025 - 05:58 WIB
loading...
Soal Panggilan Kepolisian...
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menjadi narasumber dalam Podcast SindoNews To The Point Aja di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (22/7/2025). Foto: Sindonews/Ari Sandita Murti
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menduga-duga ada permainan hendak menargetkannya sebagai target jika hanya beberapa podcaster saja yang dilakukan pemanggilan di kasus ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia heran mengapa sampai namanya ikut terseret hingga menjadi orang yang dipanggil dalam kasus tersebut.

"Menurut saya kalau misalnya cuma 4 podcaster yang dipanggil, ini dugaan subjektif saya, menduga-menduga bahwa jangan-jangan ini ada permainan mau target-target saya dan podcaster lainnya. Saya bisa pastikan itu 1.000 persen (kriminalisasi) kalau misalnya akan dipanggil begitu," ujar Samad dalam Podcast SindoNews To The Point Aja di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Baca juga: Abraham Samad Menduga Ini Alasan Dipanggil Polisi di Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Jika yang menjadi persoalan adalah podcast miliknya bersama pihak terlapor kasus tersebut, mengapa hanya dirinya saja yang dipanggil.

Padahal, banyak sekali podcaster yang memuat isu tentang kasus ijazah Jokowi, termasuk media-media mainstream. Podcast itu dibuat karena dia hanya ingin memberitakan tentang isu itu saja sekaligus memberikan pendidikan pada masyarakat Indonesia tentang hukum.

"Saya kan termasuk yang memberitakan tentang kasus itu. Karena saya tak mau ikut-ikutan seperti mereka kalau ada yang menuding itu langsung saya laporkan. Karena mau mengajar rakyat Indonesia supaya pintar menggunakan hukum, tak semena-mena kalau ada apa-apa langsung melaporkan itu walaupun bisa loh langsung saya laporkan, saya bisa laporkan balik," katanya.

Menurut Samad, jika pemanggilannya oleh polisi di kasus tudingan ijazah palsu untuk membuat terang perkara, dia siap memenuhinya. Sebaliknya, jika pemanggilan itu dilakukan untuk menjadikannya sebagai target belaka atau bentuk kriminalisasi terhadapnya oleh oknum tertentu, dia pasti bakal melawannya.


"Tapi kalau saya dipanggil dengan tujuan menarget saya, ingin men-TO saya, wah tunggu dulu, ini akan saya lawan karena menurut saya ini tak boleh dibiarkan," ucapnya.

Dia menerangkan hukum memiliki fungsi mengatur tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan. Hukum tak boleh digunakan sebagai alat untuk menargetkan seseorang.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kunjungi Maliosewu,...
Kunjungi Maliosewu, Jokowi Jajan Es Teh Manis
Blusukan, Jokowi Terima...
Blusukan, Jokowi Terima Gelar Adat Tertinggi dari 5 Kerajaan Adat Lampung
Rekomendasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved