Visi Ketum BMI, Politik Berjuang Mengabdi untuk Memastikan Terpenuhinya Hak Rakyat oleh Negara
Sabtu, 19 Juli 2025 - 15:47 WIB
loading...
Farkhan Evendi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Bintang Muda Indonesia (BMI) periode 2025-2029. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Farkhan Evendi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Bintang Muda Indonesia (BMI) periode 2025-2029. BMI yang merupakan organisasi sayap pemuda Partai Demokrat kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan progresif dalam politik nasional.
Dengan semangat solidaritas dan visi politik yang berpihak pada rakyat, nahkoda BMI ini memimpin generasi muda Indonesia menuju perubahan yang lebih baik.
Pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, pada 5 Juli 1976 ini memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi yang mumpuni. Gelar sarjana diraihnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dengan jurusan Teologi dan Filsafat Islam.
Baca juga: Pemain Sinetron Ikatan Cinta Gabung Partai Demokrat
Kemudian, dilanjutkan Magister Administrasi Publik Pembangunan Daerah di LAN Jakarta. Tak hanya itu, pendidikan nonformal di Pondok Pesantren Assalafiah Langitan Widang Tuban dan Ponpes Al-Islah Bungah Gresik, juga Pesantren Krapyak Yogyakarta turut membentuk karakter keagamaan dan kepemimpinannya.
Gus Farkhan menyampaikan pesan melalui visi politiknya bahwa politik adalah berjuang mengabdi untuk memastikan terpenuhinya hak rakyat oleh negara. “Hak rakyat untuk hidup sejahtera lahir dan batin, mendapatkan pendidikan, serta menikmati hasil pembangunan,” ujarnya, belum lama ini.
Dengan prinsip ini, dia mendorong BMI menjadi garda terdepan dalam mendukung program pemerintah yang prorakyat seperti sekolah gratis, ketahanan pangan, makan gratis, kader penggerak transmigrasi, dan pembagian tanah untuk rakyat.
Sejak diamanahkan sebagai Ketua Umum DPN BMI pada 2020 yang dilantik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Farkhan telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memajukan organisasi ini.
BMI telah melebarkan sayapnya ke seluruh provinsi, hampir semua kabupaten hingga kecamatan di Indonesia. “BMI dibangun atas dasar kesadaran kebersamaan. Kami mikul dhuwur mendem jero, dengan niat menjalani takdir sebagai manusia yang berjuang di Indonesia,” katanya.
Semangat ini menjadi pendorong untuk terus berkontribusi dalam dinamika politik nasional, termasuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan mempersiapkan kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2029.
Farkhan bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga intelektual yang produktif. Dia telah menulis sejumlah buku seperti Strategi Perjuangan Tan Malaka: Analisis Filosofis, Sang Penakluk (kumpulan puisi), Lintang Kemukus (kumpulan cerpen), Hubungan Pusat dan Daerah dalam Kebijakan Pembangunan Pemuda, hingga Islam Radikal di Indonesia, dan Strategi Pendidikan Islam Radikal di Asia.
Karyanya mencerminkan wawasan mendalam tentang kemanusiaan, toleransi, dan pluralisme yang menjadi nilai inti dalam kiprahnya.
Selain Ketua Umum DPN BMI, Farkhan juga aktif di berbagai organisasi seperti Ketua Majelis Ro’iyah Indonesia, Pengurus DPP Partai Demokrat Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ketua Umum DPN Bintang Kedaulatan, hingga Wakil Bendahara Umum PP Pagar Nusa.
Dia juga pernah menjabat Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga serta konsultan politik di Indo Rajawali Konsultan.
Diketahui, Munas BMI 2025 menjadi momen bersejarah bagi organisasi ini. Selain memilih kepemimpinan baru, Munas ini menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat peran pemuda dalam politik nasional.
Dalam proses pemilihan, sejumlah nama potensial dari DPD dan DPRD BMI diusulkan seperti Edi Kamal (Ketua BMI Aceh), Taufik Arahman (Bendahara Umum BMI), Herzaky Mahendra Putra (Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat), Aditya Utama (Sekjen BMI), serta Ghifari Adha (Sekretaris DPD DKI).
Berkat kepemimpinan yang telah terbukti, Farkhan terpilih secara aklamasi yang menegaskan kepercayaan besar dari anggota BMI.
Sebagai nahkoda BMI, Farkhan dianggap sosok tepat untuk memimpin organisasi ini berkat intelektualitas, komitmen terhadap toleransi, dan semangat pluralisme. Di samping, dia juga dianggap guru dan penasihat spiritual para kader dan pengurus BMI.
Dia telah menjadikan BMI sebagai wadah progresif yang mampu menyatukan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan hak rakyat dan mendukung pembangunan nasional.
Dengan kepemimpinan Farkhan, BMI tidak hanya menjadi organisasi sayap partai, tetapi juga motor penggerak perubahan yang berpihak pada rakyat.
Dengan semangat solidaritas dan visi politik yang berpihak pada rakyat, nahkoda BMI ini memimpin generasi muda Indonesia menuju perubahan yang lebih baik.
Pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, pada 5 Juli 1976 ini memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi yang mumpuni. Gelar sarjana diraihnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, dengan jurusan Teologi dan Filsafat Islam.
Baca juga: Pemain Sinetron Ikatan Cinta Gabung Partai Demokrat
Kemudian, dilanjutkan Magister Administrasi Publik Pembangunan Daerah di LAN Jakarta. Tak hanya itu, pendidikan nonformal di Pondok Pesantren Assalafiah Langitan Widang Tuban dan Ponpes Al-Islah Bungah Gresik, juga Pesantren Krapyak Yogyakarta turut membentuk karakter keagamaan dan kepemimpinannya.
Gus Farkhan menyampaikan pesan melalui visi politiknya bahwa politik adalah berjuang mengabdi untuk memastikan terpenuhinya hak rakyat oleh negara. “Hak rakyat untuk hidup sejahtera lahir dan batin, mendapatkan pendidikan, serta menikmati hasil pembangunan,” ujarnya, belum lama ini.
Dengan prinsip ini, dia mendorong BMI menjadi garda terdepan dalam mendukung program pemerintah yang prorakyat seperti sekolah gratis, ketahanan pangan, makan gratis, kader penggerak transmigrasi, dan pembagian tanah untuk rakyat.
Sejak diamanahkan sebagai Ketua Umum DPN BMI pada 2020 yang dilantik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Farkhan telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memajukan organisasi ini.
BMI telah melebarkan sayapnya ke seluruh provinsi, hampir semua kabupaten hingga kecamatan di Indonesia. “BMI dibangun atas dasar kesadaran kebersamaan. Kami mikul dhuwur mendem jero, dengan niat menjalani takdir sebagai manusia yang berjuang di Indonesia,” katanya.
Semangat ini menjadi pendorong untuk terus berkontribusi dalam dinamika politik nasional, termasuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan mempersiapkan kemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2029.
Farkhan bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga intelektual yang produktif. Dia telah menulis sejumlah buku seperti Strategi Perjuangan Tan Malaka: Analisis Filosofis, Sang Penakluk (kumpulan puisi), Lintang Kemukus (kumpulan cerpen), Hubungan Pusat dan Daerah dalam Kebijakan Pembangunan Pemuda, hingga Islam Radikal di Indonesia, dan Strategi Pendidikan Islam Radikal di Asia.
Karyanya mencerminkan wawasan mendalam tentang kemanusiaan, toleransi, dan pluralisme yang menjadi nilai inti dalam kiprahnya.
Selain Ketua Umum DPN BMI, Farkhan juga aktif di berbagai organisasi seperti Ketua Majelis Ro’iyah Indonesia, Pengurus DPP Partai Demokrat Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ketua Umum DPN Bintang Kedaulatan, hingga Wakil Bendahara Umum PP Pagar Nusa.
Dia juga pernah menjabat Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga serta konsultan politik di Indo Rajawali Konsultan.
Diketahui, Munas BMI 2025 menjadi momen bersejarah bagi organisasi ini. Selain memilih kepemimpinan baru, Munas ini menjadi ajang konsolidasi untuk memperkuat peran pemuda dalam politik nasional.
Dalam proses pemilihan, sejumlah nama potensial dari DPD dan DPRD BMI diusulkan seperti Edi Kamal (Ketua BMI Aceh), Taufik Arahman (Bendahara Umum BMI), Herzaky Mahendra Putra (Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat), Aditya Utama (Sekjen BMI), serta Ghifari Adha (Sekretaris DPD DKI).
Berkat kepemimpinan yang telah terbukti, Farkhan terpilih secara aklamasi yang menegaskan kepercayaan besar dari anggota BMI.
Sebagai nahkoda BMI, Farkhan dianggap sosok tepat untuk memimpin organisasi ini berkat intelektualitas, komitmen terhadap toleransi, dan semangat pluralisme. Di samping, dia juga dianggap guru dan penasihat spiritual para kader dan pengurus BMI.
Dia telah menjadikan BMI sebagai wadah progresif yang mampu menyatukan pemuda Indonesia untuk memperjuangkan hak rakyat dan mendukung pembangunan nasional.
Dengan kepemimpinan Farkhan, BMI tidak hanya menjadi organisasi sayap partai, tetapi juga motor penggerak perubahan yang berpihak pada rakyat.
(jon)
Lihat Juga :