Survei PPIM UIN: Mayoritas Warga Tak Pernah Terlibat Aksi Lingkungan Lintas Agama
Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:17 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam temuan kami, individu yang terafiliasi baik secara struktur maupun kultural dengan Muhammadiyah cukup signifikan pernah bekerja sama secara lintas agama dalam isu lingkungan. Ini selaras dengan program-program lingkungan lintas iman yang diinisiasi Muhammadiyah,” ungkapnya.
Selain itu, mereka yang memiliki komitmen tinggi melakukan ritual ibadah cenderung dapat berkolaborasi lintas-iman untuk lingkungan. Sementara, mereka yang memiliki pemahaman konservatif cenderung tidak dapat bekerjasama untuk mengatasi masalah lingkungan dengan individu yang berbeda agama.
Melalui studi ini, Iim menawarkan pendekatan baru untuk kajian lintas-iman berupa public interfaith environmentalism. Yakni kerja sama lintas agama yang tumbuh dari akar rumput, bukan hanya dari kalangan elite agama. Baca juga: Ditjen Bimas Islam dan UIN Jakarta Susun Indeks Layanan Dakwah
“Saat ini, kajian lintas-iman untuk lingkungan masih terbatas pada kerja sama para pemangku agama (elite). Dengan studi ini, diharapkan dapat menawarkan perspektif baru yang menyentuh perilaku individu. Karena itu, studi ini menawarkan pendekatan segar public interfaith environmentalism,” tuturnya.
Konferensi internasional ini diselenggarakan PPIM UIN Jakarta bekerja sama dengan Kerajaan Belanda, Fakultas Ilmu Sosial (FOSS) UIII, dan jurnal Studia Islamika. Acara dihadiri para akademisi dan aktivis dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Malaysia, dan Singapura.
Selain itu, mereka yang memiliki komitmen tinggi melakukan ritual ibadah cenderung dapat berkolaborasi lintas-iman untuk lingkungan. Sementara, mereka yang memiliki pemahaman konservatif cenderung tidak dapat bekerjasama untuk mengatasi masalah lingkungan dengan individu yang berbeda agama.
Melalui studi ini, Iim menawarkan pendekatan baru untuk kajian lintas-iman berupa public interfaith environmentalism. Yakni kerja sama lintas agama yang tumbuh dari akar rumput, bukan hanya dari kalangan elite agama. Baca juga: Ditjen Bimas Islam dan UIN Jakarta Susun Indeks Layanan Dakwah
“Saat ini, kajian lintas-iman untuk lingkungan masih terbatas pada kerja sama para pemangku agama (elite). Dengan studi ini, diharapkan dapat menawarkan perspektif baru yang menyentuh perilaku individu. Karena itu, studi ini menawarkan pendekatan segar public interfaith environmentalism,” tuturnya.
Konferensi internasional ini diselenggarakan PPIM UIN Jakarta bekerja sama dengan Kerajaan Belanda, Fakultas Ilmu Sosial (FOSS) UIII, dan jurnal Studia Islamika. Acara dihadiri para akademisi dan aktivis dari berbagai negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Malaysia, dan Singapura.
(poe)
Lihat Juga :