Dukung Polisi Bongkar Aktor di Balik Beras Oplosan, Sahroni: Jangan Sampai Kita Kehilangan Kepercayaan Rakyat
Jum'at, 18 Juli 2025 - 14:49 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberikan dukungan penuh atas langkah cepat Polri dalam kasus beras oplosan. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberikan dukungan penuh atas langkah cepat Polri dalam kasus beras oplosan . Ia menilai ketegasan polisi dalam menindak kasus ini sangat menentukan kepercayaan masyarakat.
“Saya mengapresiasi langkah cepat, tepat dan responsif Pak Kapolri beserta jajaran, dalam menindaklanjuti laporan soal kasus beras oplosan. Ini bukti bahwa Polri tegas dan berani memberantas mafia pangan,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).
Karena, kata dia, kasus ini menyentuh langsung kebutuhan pokok masyarakat. Jadi, lanjut dia, tidak bisa ditoleransi, kerugian dan bahayanya riil dirasakan.
Baca juga: Peredaran Beras Oplosan Marak, Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Segera Tindak Tegas
“Maka saya harap prosesnya berjalan cepat, dan para aktor-aktornya segera ditindak tegas. Karena jangan sampai kita kehilangan kepercayaan masyarakat akibat membiarkan kejahatan masif seperti ini terus terjadi dan terulang,” tuturnya.
Sahroni juga mengingatkan bahwa kasus beras oplosan bisa jadi pintu masuk menguak dan mencegah praktik curang lainnya di sektor pangan. “Ke depan, saya juga minta agar Satgas Pangan Polri mengawasi ketat semua sektor pangan lainnya. Jangan hanya fokus ke beras saja,” kata dia.
“Karena kalau praktik curang ini dibiarkan, kita bisa kehilangan kendali atas ketahanan pangan nasional. Yang mana itu akan sangat menghambat program-program Pak Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa sebanyak 25 distributor bakal diperiksa terkait kasus beras oplosan. Kata dia, pemeriksaan juga menyasar terhadap distributor maupun produsen yang mengisi beras di bawah list kemasan.
Polisi juga bekerja sama dengan Kementan untuk melakukan pengecekan laboratorium. Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masyarakat mengalami kerugian sebesar Rp99 triliun dalam setahun akibat kasus beras oplosan.
“Saya mengapresiasi langkah cepat, tepat dan responsif Pak Kapolri beserta jajaran, dalam menindaklanjuti laporan soal kasus beras oplosan. Ini bukti bahwa Polri tegas dan berani memberantas mafia pangan,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).
Karena, kata dia, kasus ini menyentuh langsung kebutuhan pokok masyarakat. Jadi, lanjut dia, tidak bisa ditoleransi, kerugian dan bahayanya riil dirasakan.
Baca juga: Peredaran Beras Oplosan Marak, Anggota Komisi IV Desak Pemerintah Segera Tindak Tegas
“Maka saya harap prosesnya berjalan cepat, dan para aktor-aktornya segera ditindak tegas. Karena jangan sampai kita kehilangan kepercayaan masyarakat akibat membiarkan kejahatan masif seperti ini terus terjadi dan terulang,” tuturnya.
Sahroni juga mengingatkan bahwa kasus beras oplosan bisa jadi pintu masuk menguak dan mencegah praktik curang lainnya di sektor pangan. “Ke depan, saya juga minta agar Satgas Pangan Polri mengawasi ketat semua sektor pangan lainnya. Jangan hanya fokus ke beras saja,” kata dia.
“Karena kalau praktik curang ini dibiarkan, kita bisa kehilangan kendali atas ketahanan pangan nasional. Yang mana itu akan sangat menghambat program-program Pak Presiden Prabowo,” pungkasnya.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa sebanyak 25 distributor bakal diperiksa terkait kasus beras oplosan. Kata dia, pemeriksaan juga menyasar terhadap distributor maupun produsen yang mengisi beras di bawah list kemasan.
Polisi juga bekerja sama dengan Kementan untuk melakukan pengecekan laboratorium. Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan masyarakat mengalami kerugian sebesar Rp99 triliun dalam setahun akibat kasus beras oplosan.
(rca)
Lihat Juga :