Demokrasi Daerah di Persimpangan Pemilu Terpisah

Kamis, 17 Juli 2025 - 21:52 WIB
loading...
A A A
Demokrasi yang sehat membutuhkan kejelasan struktur dan keterpaduan momentum. Dalam konteks negara kesatuan, keterkaitan antara pusat dan daerah bukan sekadar koordinasi administratif, tetapi relasi politik yang harus dibangun secara deliberatif dan partisipatif. Pemilu serentak adalah alat untuk memastikan bahwa hubungan itu terjaga dalam satu ruang dan waktu yang koheren.

Pemisahan pemilu, jika terus dilanjutkan, akan menggeser arah demokrasi kita ke model "fragmen elektoral": di mana rakyat hanya dimobilisasi secara episodik, dalam isu yang terpisah-pisah, dan tanpa narasi politik yang utuh. Jika rakyat hanya diajak memilih dalam potongan-potongan isu tanpa keterpaduan agenda, maka ruang untuk memaknai politik sebagai kehendak kolektif perlahan akan hilang. Ini berisiko melahirkan demokrasi yang kehilangan daya transformasi—sekadar menjadi ritual legitimasi elite, bukan ruang artikulasi kehendak rakyat.

Sebagai negara demokratis yang masih terus membangun kualitas institusi politiknya, Indonesia tidak seharusnya mundur ke model pemilu yang terfragmentasi. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa fragmentasi pemilu menciptakan instabilitas, menurunkan efisiensi, dan memperbesar ruang kooptasi kekuasaan. Putusan MK yang memisahkan pemilu, meski diklaim sebagai bentuk penyederhanaan, pada dasarnya adalah langkah yang berisiko melemahkan kedaulatan rakyat.

Kita memerlukan demokrasi yang terintegrasi, rasional, dan partisipatif. Artinya, rakyat harus dilibatkan dalam proses politik yang sinkron, transparan, dan akuntabel—baik di pusat maupun di daerah. Pemilu yang serentak bukan sekadar keputusan teknis, tetapi strategi sistemik untuk menjaga keberlanjutan demokrasi substantif.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Rekomendasi
Little Star Fun Run...
Little Star Fun Run di Surabaya, Ajang Lari Anak Tumbuhkan Kepercayaan Diri
Austria Taklukkan Yordania...
Austria Taklukkan Yordania 3-1, Debut Manis di Piala Dunia 2026
Hattrick Messi Lawan...
Hattrick Messi Lawan Aljazair Pecahkan Rekor Sang Raja Gol di Piala Dunia
Berita Terkini
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved