HUT ke-15 BNPT Menyerukan Gerakan Siap Jaga Indonesia
Kamis, 17 Juli 2025 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Dan memang, hasilnya terlihat. Sejak 2023, Indonesia tidak mencatat satu pun serangan teror. Zero attack. Tapi hal tersebut diakuinya bukan soal angka semata. Di balik statistik, ada orang-orang yang bangkit.
Eks napiter yang membuka usaha halal, para penyintas yang kembali berkarya, hingga komunitas-komunitas yang memilih jalur damai meski pernah disakiti kekerasan. Indonesia sedang membuktikan bahwa yang patah bisa tumbuh lagi, yang luka bisa sembuh, asal dirawat bersama.
Psikolog Forensik Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi., yang banyak terlibat dalam rehabilitasi dan reintegrasi eks pelaku teror menilai capaian ini bukan kerja satu lembaga semata. “Kita semua punya prestasi zero attack dan ini tentunya bukan hanya prestasi BNPT tetapi prestasi kita semua, seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia,” katanya.
Tak bisa dimungkiri, salah satu kunci keberhasilan pencegahan teror adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah mendorong hal ini melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).
Bukan hanya aparat dan birokrat, tetapi guru, ulama, komunitas seni, hingga pemuda lokal dilibatkan dalam upaya deteksi dini dan penguatan kapasitas masyarakat. RAN PE membuka ruang bagi pendekatan yang lebih manusiawi: pendekatan yang mengajak, bukan menuding.
Tetapi tantangan belum selesai. Dunia digital dan globalisasi membuat jaringan teror lintas negara tumbuh lebih cepat dan senyap. Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri mengingatkan bahwa bahaya teror tak hanya merenggut nyawa, tapi juga merusak struktur sosial.
Eks napiter yang membuka usaha halal, para penyintas yang kembali berkarya, hingga komunitas-komunitas yang memilih jalur damai meski pernah disakiti kekerasan. Indonesia sedang membuktikan bahwa yang patah bisa tumbuh lagi, yang luka bisa sembuh, asal dirawat bersama.
Psikolog Forensik Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi., yang banyak terlibat dalam rehabilitasi dan reintegrasi eks pelaku teror menilai capaian ini bukan kerja satu lembaga semata. “Kita semua punya prestasi zero attack dan ini tentunya bukan hanya prestasi BNPT tetapi prestasi kita semua, seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia,” katanya.
Tak bisa dimungkiri, salah satu kunci keberhasilan pencegahan teror adalah kolaborasi lintas sektor. Pemerintah mendorong hal ini melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).
Bukan hanya aparat dan birokrat, tetapi guru, ulama, komunitas seni, hingga pemuda lokal dilibatkan dalam upaya deteksi dini dan penguatan kapasitas masyarakat. RAN PE membuka ruang bagi pendekatan yang lebih manusiawi: pendekatan yang mengajak, bukan menuding.
Tetapi tantangan belum selesai. Dunia digital dan globalisasi membuat jaringan teror lintas negara tumbuh lebih cepat dan senyap. Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri mengingatkan bahwa bahaya teror tak hanya merenggut nyawa, tapi juga merusak struktur sosial.
Lihat Juga :