Perlindungan Pekerja di Area Berisiko Tinggi Perlu Diperhatikan

Rabu, 16 Juli 2025 - 07:33 WIB
loading...
Perlindungan Pekerja...
Keselamatan kerja masih menjadi perhatian utama di berbagai sektor industri, terutama ketika tantangan tidak hanya datang dari kelalaian manusia, tapi juga dari lingkungan kerja yang berisiko tinggi. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Keselamatan kerja masih menjadi perhatian utama di berbagai sektor industri, terutama ketika tantangan tidak hanya datang dari kelalaian manusia, tapi juga dari lingkungan kerja yang berisiko tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 462.241 kasus kecelakaan kerja tercatat sepanjang Januari hingga Desember 2024. Angka ini menjadi pengingat bahwa isu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih menjadi tantangan besar di dunia industri Indonesia.

Penyebab kecelakaan kerja umumnya berasal dari faktor internal seperti kelalaian prosedur keselamatan, kurangnya pelatihan dan edukasi, kondisi fisik pekerja yang tidak fit, serta penggunaan peralatan yang tidak aman .

Baca juga: Kemenaker Minta Industri Smelter Jadi Contoh Penerapan K3

Namun, tantangan tak hanya datang dari sisi internal. Faktor eksternal seperti paparan gas berbahaya, kekurangan oksigen, suhu ekstrem, atau partikel beracun, terutama di area kerja terbatas (confined space), juga kerap menjadi penyebab utama kecelakaan kerja.

Situasi ini membutuhkan pendekatan terpadu mulai dari perencanaan kerja, peralatan pelindung, hingga sistem deteksi yang mumpuni.

Sejalan dengan misi melindungi para pekerja di area berisiko tinggi, Drager Indonesia meluncurkan dua solusi inovatif yaitu Detektor multigas X-am 2600 dan SCBA PSS 3000E (Self-Contained Breathing Apparatus) yang dirancang melindungi pekerja dari paparan gas beracun dan kekurangan oksigen.

Peluncuran ini dilakukan dalam workshop bertajuk “Managing Risks: Confined Space Entry & Health and Safety at the Workplace” yang digelar di kantor pusat Drager Indonesia, Jakarta.

Kegiatan ini turut mengedukasi peserta dari berbagai sektor industri tentang risiko kerja di ruang terbatas dan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap K3.

Managing Director Drager Indonesia Ratna Kurniawati mengatakan, melalui peluncuran X-am 2600 dan PSS 3000E, perangkat dengan standar kualitas Jerman, pihaknya berkomitmen meningkatkan keselamatan kerja di Indonesia, khususnya bagi para pekerja di lingkungan berisiko tinggi.

“Perlindungan yang efektif tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada ketersediaan perangkat andal di situasi darurat. Kami terus memperkuat peran sebagai mitra industri dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan," ujarnya, Rabu (16/7/2025).

Produk Detektor multigas X-am 2600 dan SCBA PSS 3000E dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan industri terhadap perangkat yang andal, praktis, dan ekonomis, tanpa mengurangi kualitas yang telah menjadi ciri khas Drager sejak 1889.

Kedua produk ini melengkapi lini portabel Drager dengan menawarkan solusi bagi berbagai sektor industry mulai manufaktur, minyak dan gas, industri kimia, hingga tambang dan konstruksi.

“Kami menyediakan pelatihan penggunaan serta layanan teknis bersertifikasi untuk memastikan perangkat bekerja optimal setiap saat. Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk menurunkan angka kecelakaan kerja dan membangun budaya keselamatan di Indonesia,” ungkap Ratna.

Head of Safety Drager Indonesia Siva Salitoray menjelaskan dikembangkan dua produk andalan yakni X-am 2800 dan PSS 3000 — X-am 2600 dan PSS 3000E untuk melengkapi portofolio detektor multi-gas portabel dan SCBA dengan pilihan yang lebih kompetitif.

"Peluncuran ini merupakan langkah nyata dalam menghadirkan teknologi berkualitas tinggi guna menjangkau lebih banyak sektor sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi industri dalam menerapkan standar keselamatan yang lebih tinggi," katanya.

Selain perangkat, edukasi dan kesiapsiagaan personel juga tak kalah penting. Menurut praktisi dan trainer Environment, Health, and Safety (EHS) Emanuel Eko Haryanto, banyak kecelakaan kerja khususnya di ruang terbatas yang terjadi akibat kombinasi antara SOP yang tidak dijalankan secara konsisten dan kurangnya peralatan pendukung yang tepat.

Regulasi nasional seperti UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan standar internasional seperti ISO 45001:2018 menekankan perlunya pendekatan sistematis terhadap keselamatan kerja. Inovasi seperti yang ditawarkan Drager berperan penting dalam menjembatani praktik industri dengan regulasi yang ada.

Melalui peluncuran ini, Drager tidak sekadar meluncurkan produk, tapi juga memperkuat ekosistem keselamatan kerja melalui edukasi, pelatihan, serta dukungan teknis berkelanjutan kepada mitra industri.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Lantik 221 PNS DPD RI,...
Lantik 221 PNS DPD RI, M Iqbal Tekankan Budaya Kerja yang Berintegritas
KSPSI ATUC Kirim Delegasi...
KSPSI ATUC Kirim Delegasi ke Sidang Perburuhan Dunia ILC ke-114 di Jenewa
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Ledakan Galian Pipa...
Ledakan Galian Pipa di Fatmawati Jaksel, 2 Pekerja Terluka
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Rekomendasi
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Berita Terkini
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Respons Hukum Kejagung...
Respons Hukum Kejagung Dinilai Kunci Benahi Tata Kelola MBG
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved