Anggota Komisi I DPR Usul Satu Orang Hanya Punya Satu Akun Medsos, Ini Alasannya
Selasa, 15 Juli 2025 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
"Buzzer, bagaimana ini akibat buzzer orang yang nggak qualified menjadi terkenal, menjadi artis, menjadi apa, menjadi wah, menjadi super gitu dan dia malah mengalahkan orang yang qualified gitu. Nah, ini kan juga sangat merusak, Pak," ucapnya.
Karena itu, oleh meminta agar ada pembatasan akun media sosial. "Nah, maksud saya, ini bagaimana platform semuanya ya, Meta, TikTok, dan YouTube, semuanya. Ini dalam rangka memfilter akun ganda. Rekomendasi saya, Pimpinan dan mohon dicatat sekretariat, dalam rancangan dimasukkan bahwasanya platform digital tidak boleh membuat akun ganda. Saya minta ini," tegas Oleh.
Legislator dari Fraksi PKB ini pum meminta platform media sosial membatasi kepemilikan akun, baik perorangan maupun perusahaan. "Hanya satu akun asli saja. Tidak boleh satu orang memiliki akun ganda. Baik perusahaan, lembaga, maupun personal," jelasnya.
Oleg beralasan, itulah cara untuk menghadapi berbagai konten ilegal. "Karena hanya itulah satu-satunya cara, itulah yang bisa meng-handle berbagai illegal content, karena kebanyakan illegal content lah yang memproduksi hal-hal yang bersifat negatif," pungkasnya.
Karena itu, oleh meminta agar ada pembatasan akun media sosial. "Nah, maksud saya, ini bagaimana platform semuanya ya, Meta, TikTok, dan YouTube, semuanya. Ini dalam rangka memfilter akun ganda. Rekomendasi saya, Pimpinan dan mohon dicatat sekretariat, dalam rancangan dimasukkan bahwasanya platform digital tidak boleh membuat akun ganda. Saya minta ini," tegas Oleh.
Legislator dari Fraksi PKB ini pum meminta platform media sosial membatasi kepemilikan akun, baik perorangan maupun perusahaan. "Hanya satu akun asli saja. Tidak boleh satu orang memiliki akun ganda. Baik perusahaan, lembaga, maupun personal," jelasnya.
Oleg beralasan, itulah cara untuk menghadapi berbagai konten ilegal. "Karena hanya itulah satu-satunya cara, itulah yang bisa meng-handle berbagai illegal content, karena kebanyakan illegal content lah yang memproduksi hal-hal yang bersifat negatif," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :