Dukung Tambahan Anggaran KemenP2MI, DPR: Pekerja Migran Sudah Sepantasnya Diperhatikan

Sabtu, 12 Juli 2025 - 10:47 WIB
loading...
Dukung Tambahan Anggaran...
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendukung usulan penambahan anggaran KemenP2MI sebesar Rp1,3 triliun. Sebelumnya, pagu indikatif anggaran KemenP2MI tahun 2026 hanya Rp285 miliar. Foto: Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendukung usulan penambahan anggaran Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) sebesar Rp1,3 triliun. Sebelumnya, pagu indikatif anggaran KemenP2MI tahun 2026 hanya Rp285 miliar.

Dia melihat pentingnya penambahan anggaran tahun 2026 untuk KemenP2MI agar program strategis penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia menjadi maksimal. Sebagai penyumbang terbesar devisa negara, PMI harus terjamin hidupnya di luar negeri.

Baca juga: Menteri P2MI Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Perlindungan Pekerja Migran

"Kami menyepakati usulan penambahan anggaran karena Pekerja Migran Indonesia adalah penghasil devisa negara setelah sawit," ujar Irma di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).

Menurut dia, PMI memiliki sumbangsih yang besar terhadap negara. Sumbangan devisa negara mereka melalui remitansi tidak hanya menggerakkan roda perekonomian bangsa, tapi juga memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. "Perlindungan dan pemberdayaannya sudah sepantasnya diperhatikan," ucapnya.

Komisi IX DPR mendukung usulan tambahan pagu anggaran tahun 2026 KemenP2MI menjadi sebesar Rp1,3 triliun dalam rapat bersama di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025). Setelah disetujui, usulan itu akan disampaikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Dia miris dengan anggaran KemenP2MI. Menurut dia, angka tersebut tidak logis untuk menjamin besarnya angka pekerja Indonesia di luar negeri. "Tidak masuk akal untuk melindungi buruh migran kita yang mencapai jutaan," kata Irma.

Banyaknya peluang kerja di luar negeri merupakan alternatif di tengah tingginya kebutuhan lowongan kerja di Tanah Air yang sangat disayangkan jika tidak ditangkap. Namun, yang perlu dicermati program perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran yang dijalankan pemerintah lewat KemenP2MI harus lebih dahulu didukung penuh.

"Pekerja migran Indonesia saat ini adalah jalan keluar dari sempitnya lapangan kerja di dalam negeri," kata Irma.

Sebelumnya, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengungkapkan dibutuhkan anggaran yang baik untuk meningkatkan tata kelola dan menjalankan program prioritas pekerja migran Indonesia. Sebab itu, KemenP2MI mengusulkan penambahan anggaran untuk tahun 2026.

“Memang relatif sangat kecil untuk program perlindungan dan penempatan. Karena itu, kami sudah rapat dengan Komisi IX dan prinsipnya mereka mendukung penambahan Rp1,3 triliun,” ujar Karding usai rapat bersama Komisi IX DPR dengan KemenP2MI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7/2025).


Jika tambahan anggaran disetujui, alokasi terbesar akan digunakan untuk memperkuat program penempatan pekerja migran Indonesia lebih serius lagi dengan peningkatan kualitas keterampilan.

Selain penempatan, KemenP2MI juga fokus pada penguatan infrastruktur perlindungan, peningkatan pelatihan, serta pembangunan tata kelola dan layanan yang lebih efisien, mudah, dan murah.

“Kami ingin mendorong penempatan pekerja migran yang lebih terampil agar bisa mengurangi pengangguran dalam negeri dan membuka lapangan kerja baru,” ujar Karding.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Rekomendasi
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Berita Terkini
Roy Suryo Ajukan Praperadilan...
Roy Suryo Ajukan Praperadilan terkait Penggeledahan
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Kasus Izin Tinggal WNA,...
Kasus Izin Tinggal WNA, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved