Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Harus Punya Kualifikasi Khusus

Jum'at, 11 Juli 2025 - 14:31 WIB
loading...
Sejarah Terbentuknya...
Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) memberikan penghargaan untuk Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) sebagai satuan militer pertama di Indonesia yang menguasai kemampuan terjun bebas dengan wingsuit. Foto/Danandaya
A A A
JAKARTA - Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) memberikan penghargaan untuk Komando Pasukan Gerak Cepat ( Kopasgat ) sebagai satuan militer pertama di Indonesia yang menguasai kemampuan terjun bebas dengan wingsuit. Komandan Tim Wingsuit Kopasgat Lettu (Pas) Yudi Agung Prasetyo merasa bangga atas penghargaan itu.

Yudi menjelaskan, penerjunan wingsuit dari Kopasgat ini awalnya hanya berisikan dua orang prajurit yang terbentuk pada tahun 2018. Sebab, hanya prajurit yang memiliki kemampuan khusus yang bisa menjadi bagian tim wingsuit.

"Untuk saya pertama di tahun 2018, dua orang terlebih dahulu yang melaksanakan seleksi dan lolos," kata Yudi di Lapangan Tembak Djamsuri Wing Komando 1 Kopasgat, Jakarta Timur, Jumat (11/7/2025).

Baca Juga: Mengenal 3 Pasukan Khusus TNI: Kopassus, Kopaska, Kopasgat

Dia menjelaskan bahwa kualifikasi khusus untuk menjadi Tim Wingsuit haruslah seorang prajurit yang memiliki lisensi instruktur penerjunan bebas dan telah memiliki jam terbang 1.500 jam. Setelah itu mereka akan mengikuti seleksi yang ketat.
Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Harus Punya Kualifikasi Khusus

"Setelah seleksi, kita dilaksanakan penerjunan asesmen. Asesmen itu adalah proses seleksi untuk memilih seorang penerjun wingsuit," tuturnya.

Dia menjelaskan, kini sudah ada 10 prajurit yang menjadi bagian Tim Wingsuit dari Kopasgat. "Selanjutnya tahun 2024 kemarin 10 orang dinyatakan lolos untuk melaksanakan asesmen dan menjadi seorang penerjun wingsuit. Dipilih dari 10 yang terbaik," ucapnya.



Dankopasgat Marsekal Muda TNI Deny Muis menjelaskan bahwa pembentukan Tim Wingsuit ini merupakan pengembangan dari terjun freefall tempur. Dia melihat wingsuit ini lebih efektif untuk melakukan operasi khusus yang membutuhkan infiltrasi cepat dan senyap.

"Nah ini lebih cepat, lebih senyap, dan lebih tidak terdeteksi, jadi dari beberapa kajian kita ternyata wingsuit inilah yang mungkin lebih cocok," ujar Deny.

Pihaknya berencana menambah personel untuk menjadi penerjunan wingsuit. Rencananya ada 20 prajurit tambahan untuk penerjunan wingsuit. "Saat ini kita punya 10, tapi kita terus bertambah, terus terang juga kita di-support penuh oleh kepala staf serta para pejabat utama. Kita akan kembangkan Tim Wingsuit ini termasuk sumber daya manusia dan perlengkapannya," ujarnya.

Pihaknya berharap penambahan personel ini bisa dilakukan. "Paling tidak kita akan menambah dua kali lipat dari yang sekarang ini ada."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Rekomendasi
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Rekam Jejak Eks Ketua...
Rekam Jejak Eks Ketua PN Kudus yang Dipecat karena Tilep Uang Rp2 Miliar
3 Pengamen di Bekasi...
3 Pengamen di Bekasi Coba Bakar Rumah Warga, Sempat Ditangkap dan Diselesaikan Melalui RJ
Berita Terkini
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Jaksa KPK Limpahkan...
Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Mantan Ketua PN Depok ke Pengadilan Bandung
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved