Indonesia Bisa Bebas dari Middle Income Trap jika Jalankan Transformasi Birokrasi
Jum'at, 11 Juli 2025 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
“Pengusaha sangat berkepentingan dengan birokrasi yang bersih dan efisien. Kolaborasi yang sehat akan mendorong terciptanya iklim usaha kondusif, menghapus birokrasi korup, mempermudah perizinan, hingga membuka lapangan kerja baru. Inilah kunci agar kita bisa lepas dari jebakan pendapatan menengah,” ujar Soetomo.
Tim Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Leo Herlambang menyatakan birokrasi harus mampu mendorong inovasi, investasi, dan meningkatkan daya saing global agar Indonesia tidak terjebak dalam status negara berpendapatan menengah.
“Target pemikiran kita jelas yakni birokrasi harus jadi motor penggerak yang mampu meningkatkan inovasi, memperkuat investasi, dan mendorong daya saing global. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari jebakan pendapatan menengah dan melompat menjadi negara berpendapatan tinggi,” kata Leo.
Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Tirta Nugraha Mursitama menambahkan middle income trap adalah ancaman nyata bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.
Birokrasi menjadi titik krusial yang bisa menjadi penghambat atau justru pendorong pertumbuhan. “Middle income trap ini ancaman nyata bagi negara berkembang seperti Indonesia. Birokrasi di sini jadi titik paling krusial. Bisa jadi penghambat kalau lamban, tidak transparan, atau korup. Tapi sebaliknya, birokrasi juga bisa jadi pendorong utama pertumbuhan bila dijalankan dengan bersih, efisien, dan proinvestasi,” ujar Tirta.
Tim Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Leo Herlambang menyatakan birokrasi harus mampu mendorong inovasi, investasi, dan meningkatkan daya saing global agar Indonesia tidak terjebak dalam status negara berpendapatan menengah.
“Target pemikiran kita jelas yakni birokrasi harus jadi motor penggerak yang mampu meningkatkan inovasi, memperkuat investasi, dan mendorong daya saing global. Dengan begitu, kita bisa terhindar dari jebakan pendapatan menengah dan melompat menjadi negara berpendapatan tinggi,” kata Leo.
Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Tirta Nugraha Mursitama menambahkan middle income trap adalah ancaman nyata bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.
Birokrasi menjadi titik krusial yang bisa menjadi penghambat atau justru pendorong pertumbuhan. “Middle income trap ini ancaman nyata bagi negara berkembang seperti Indonesia. Birokrasi di sini jadi titik paling krusial. Bisa jadi penghambat kalau lamban, tidak transparan, atau korup. Tapi sebaliknya, birokrasi juga bisa jadi pendorong utama pertumbuhan bila dijalankan dengan bersih, efisien, dan proinvestasi,” ujar Tirta.
(jon)
Lihat Juga :