Hasto Ungkap Kriminalisasinya Tak Terlepas dari Penolakan Kedatangan Israel di Piala Dunia U-21
Kamis, 10 Juli 2025 - 12:17 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membacakan pledoi di antaranya tentang kriminalisasi yang dialaminya, dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025). Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA PUSAT - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto membacakan pledoi atau nota pembelaannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/7/2025). Hasto menyinggung dirinya mendapatkan rentetan kriminalisasi yang membuat kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan ini didaur ulang untuk menjeratnya.
Kriminalisasi itu bahkan dimulai sejak dirinya menyuarakan penolakan terhadap kedatangan kesebelasan timnas Israel dalam Piala Dunia U-21 yang dihelat di Indonesia.
Baca juga: Sidang Pledoi Hasto, Pengunjung PN Jakpus Diperiksa Ketat
"Tekanan terhadap saya diawali akibat sikap politik yang saya sampaikan dengan menolak kehadiran Kesebelasan Israel dalam Piala Dunia U-21," ucap Hasto, Kamis (10/7/2025).
Padahal, kata Hasto, sikap penolakannya itu tak terlepas dari aspek ideologis dan historis atas sikap partainya. Apalagi, pemerintah Indonesia juga mendukung penuh kemerdekaan Palestina.
Hasto lantas menyinggung Indonesia yang juga pernah menolak kehadiran delegasi Israel pada ASIAN Games tahun 1962 silam di Jepang. Indonesia saat itu mendapatkan sanksi.
Dari sanksi tersebut Indonesia mempelopori penyelenggaraan Games Of The New Energing Force (Ganefo) yang juga mempelopori terbentuknya Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Baca juga: Dituntut 7 Tahun Penjara, Hasto: Sudah Saya Perkirakan sejak Awal
"Kini rakyat Indonesia tahu dan menyadari kebenaran sikap politik PDI Perjuangan, terlebih setelah menyaksikan kejahatan kemanusiaan tanpa batas yang dilakukan Israel di Gaza. Dunia kini melawan Israel, sebab pelanggaran terhadap kemanusiaan, keadilan, dan kedaulatan suatu bangsa tidak bisa ditoleransi," kata Hasto.
"Sementara saya yang menerima kriminalisasi hukum, yang salah satunya disebabkan oleh penolakan terhadap kehadiran Israel, menjadikan proses daur ulang kasus ini sebagai konsekuensi atas sikap politik yang saya ambil," ujar dia.
Meski mendapatkan tekanan dan kriminalisasi, Hasto mengaku hal itu merupakan pengorbanan atas fita-fita dan pengorbanan. Sebab menurutnya, sikap itulah yang diajarkan PDIP.
"Meskipun harus menghadapi tekanan dan intimidasi, kami diajarkan di PDI Perjuangan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi adalah bagian dari pengorbanan terhadap cita-cita dan kesetiaan pada perjuangan ideologi partai yang selaras dengan kepentingan Indonesia," tandasnya.
Kriminalisasi itu bahkan dimulai sejak dirinya menyuarakan penolakan terhadap kedatangan kesebelasan timnas Israel dalam Piala Dunia U-21 yang dihelat di Indonesia.
Baca juga: Sidang Pledoi Hasto, Pengunjung PN Jakpus Diperiksa Ketat
"Tekanan terhadap saya diawali akibat sikap politik yang saya sampaikan dengan menolak kehadiran Kesebelasan Israel dalam Piala Dunia U-21," ucap Hasto, Kamis (10/7/2025).
Padahal, kata Hasto, sikap penolakannya itu tak terlepas dari aspek ideologis dan historis atas sikap partainya. Apalagi, pemerintah Indonesia juga mendukung penuh kemerdekaan Palestina.
Hasto lantas menyinggung Indonesia yang juga pernah menolak kehadiran delegasi Israel pada ASIAN Games tahun 1962 silam di Jepang. Indonesia saat itu mendapatkan sanksi.
Dari sanksi tersebut Indonesia mempelopori penyelenggaraan Games Of The New Energing Force (Ganefo) yang juga mempelopori terbentuknya Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Baca juga: Dituntut 7 Tahun Penjara, Hasto: Sudah Saya Perkirakan sejak Awal
"Kini rakyat Indonesia tahu dan menyadari kebenaran sikap politik PDI Perjuangan, terlebih setelah menyaksikan kejahatan kemanusiaan tanpa batas yang dilakukan Israel di Gaza. Dunia kini melawan Israel, sebab pelanggaran terhadap kemanusiaan, keadilan, dan kedaulatan suatu bangsa tidak bisa ditoleransi," kata Hasto.
"Sementara saya yang menerima kriminalisasi hukum, yang salah satunya disebabkan oleh penolakan terhadap kehadiran Israel, menjadikan proses daur ulang kasus ini sebagai konsekuensi atas sikap politik yang saya ambil," ujar dia.
Meski mendapatkan tekanan dan kriminalisasi, Hasto mengaku hal itu merupakan pengorbanan atas fita-fita dan pengorbanan. Sebab menurutnya, sikap itulah yang diajarkan PDIP.
"Meskipun harus menghadapi tekanan dan intimidasi, kami diajarkan di PDI Perjuangan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi adalah bagian dari pengorbanan terhadap cita-cita dan kesetiaan pada perjuangan ideologi partai yang selaras dengan kepentingan Indonesia," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :