Diplomasi Filantropi: Jejak Indonesia dalam Pembangunan Peradaban Islam Moderat di Kroasia

Rabu, 09 Juli 2025 - 20:58 WIB
loading...
Diplomasi Filantropi:...
Indonesia menyalurkan bantuan senilai EUR1 juta kepada Komunitas Islam Kroasia (Mešihat Islamske Zajednice u Hrvatskoj) untuk Pembangunan Islamic Center di Osijek. Foto/Ist
A A A
OSIJEK - Di tengah gejolak dan kompleksitas dunia yang tak henti berubah, Indonesia hadir di Osije, Kroasia dengan sebuah visi agung yang melampaui batas-batas geografis. Visi ini terangkum dalam Asta Cita kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang kini telah menjadi Prioritas Nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2025-2029.

“Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyalurkan bantuan senilai EUR1 juta kepada Komunitas Islam Kroasia (Mešihat Islamske Zajednice u Hrvatskoj), sebuah organisasi Muslim resmi yang diakui Pemerintah Kroasia. Bantuan ini adalah wujud nyata komitmen kita untuk Pembangunan Islamic Center di Osijek, Kroasia,” kata Kepala Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf, Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra saat berkunjung ke Osijek pada senin (7/7/2025).

Baca juga: Agama Warga Negara Kroasia dan Persentasenya

“Saya berkesempatan membersamai Wamenlu RI, Anis Matta menyerahkan bantuan tersebut kepada Mufti Aziz Ef. Hasanovic, dan menjadi saksi langsung bagaimana soft diplomacy -seni memengaruhi melalui daya tarik budaya, nilai-nilai, dan kebijakan- dimainkan secara vital dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Kroasia. Ini bukan sekadar penyerahan dana; ini adalah penyerahan harapan, jembatan persahabatan yang melintasi benua,” sambung Prima Hadi Putra.



Dia menjekaskan bahwa di balik keindahan lanskapnya Kroasia, tersembunyi kisah harmoni yang patut kita teladani. Islam adalah agama terbesar ketiga di Kroasia, dengan sekitar 1,3% populasi Muslim yang telah mengakar kuat sejak berabad-abad lalu.

"Yang menjadikan Kroasia begitu istimewa adalah bagaimana komunitas Muslimnya, meskipun minoritas, telah terintegrasi dengan sangat baik dan dihormati. Mereka bukan kelompok terpinggirkan, melainkan bagian integral dari mozaik budaya Kroasia, dengan hak-hak yang dilindungi konstitusi,” sebutnya.

Baca juga: Ratusan Rumah di Kebon Pala Terendam Banjir Lebih dari 2 Meter, Warga Mengungsi

Masjid Zagreb, salah satu yang terbesar di Eropa, adalah bukti nyata perkembangan komunitas ini. Kroasia menjadi kanvas ideal bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam dan modernitas dapat hidup berdampingan dalam harmoni, sebuah pesan yang begitu mendesak dan dibutuhkan oleh dunia yang kerap dilanda perpecahan.

Islamic Center di Osijek hadir sebagai pilar strategis soft diplomacy Indonesia. Proyek ini dirancang sebagai pusat penyebaran Islam moderat ala Indonesia di Eropa, sebuah visi yang selaras sempurna dengan cita-cita Asta Cita untuk meningkatkan toleransi antarumat beragama.

Melanjutkan peran inspiratif Masjid Istiqlal yang dibangun di Sarajevo, Bosnia pada tahun 1995, Masjid yang juga bernama "Istiqlal" akan berdiri megah di Islamic Center Osijek bukan sekadar tempat salat.

Masjid ini merupakan mercusuar persahabatan abadi antara Indonesia dan Kroasia, sebuah penanda komitmen tak tergoyahkan kita untuk membangun harmoni di kancah global.

Pihak Kroasia sendiri menyambut inisiatif luhur ini dengan tangan terbuka, mengakui rekam jejak Indonesia dalam toleransi beragama dan nilai-nilai Islam universal yang mudah diterima.

Pemerintah Kota Osijek, kota ke-4 terbesar di Kroasia dengan populasi Muslim sekitar 5.000 jiwa, telah menyetujui penggunaan lahan seluas 3.000 m² dan bangunan seluas 900 m² untuk proyek ini. Namun, perjalanan mulia ini tidaklah tanpa tantangan. Pembangunan yang dimulai pada akhir 2023 kini terhenti karena kendala pendanaan, dengan peningkatan anggaran yang signifikan.

Skema pendanaan proyek ini bersifat kolaboratif, dengan Pemerintah RI melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan International (Indonesia Aid) yang telah menyumbang EUR1 juta.

Namun, kebutuhan yang jauh lebih besar membuka pintu bagi partisipasi masyarakat sipil. Dompet Dhuafa, sebagai salah satu lembaga filantropi yang mendapatkan amanah dari masyarakat Indonesia, telah secara informal menyatakan minat untuk menyalurkan donasi tambahan dan aktif berkampanye mengumpulkan dana wakaf dari masyarakat luas.

Dampak dan signifikansi jangka panjang dari proyek ini akan bergema luas, jauh melampaui batas-batas Kroasia. Pembangunan Islamic Center ini akan memperkuat citra Indonesia di mata dunia, menunjukkan kita sebagai aktor global yang bertanggung jawab, mempromosikan nilai-nilai positif, dan menjadi role model dalam koeksistensi antaragama.

Pada akhirnya, pembangunan Islamic Center di Osijek adalah lebih dari sekadar proyek konstruksi. Ia adalah puncak soft diplomacy Indonesia, sebuah manifestasi nyata dari nilai-nilai luhur bangsa yang tertuang dalam Asta Cita.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Rekomendasi
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved