Diberhentikan dari BP Taskin, Beathor Suryadi Duga Ada Kaitannya dengan Kasus Ijazah Jokowi
Rabu, 09 Juli 2025 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Setelah pulang dari Solo, dia membagikan berita-berita terkait ijazah Jokowi termasuk ke kader-kader PDIP. “Apa yang saya share itu berbalik kan, ada dari kader, ‘Bang Aku tahu itu bang’,” ucapnya menirukan kader kepadanya. Setelah itu, Beathor mengaku melacak.
"Ada pertemuan di Cikini itu, terus dipertajam untuk membuat dokumen. Nah dokumen itu langsung dibawalah sama Widodo ke Pasar Pramuka, nah di situlah kemudian dia ketemu sama Paiman,” ungkapnya.
“Tapi sebelumnya itu dilakukan oleh Deni, karena Deni ini yang paham persyaratan KPU Jakarta, harus ada surat ini, semuanya dirapihkan, dibikin legalisir itu sendiri,” tambahnya.
Dia mengatakan, warga Jakarta pasti paham mengenai kawasan Pramuka. “Jadi, anak-anak drop out (putus sekolah), bawa punya temannya, contohin, bikin, ditulis lulus juga,” katanya. “Kan dari Cikini itu kan ada anak-anak Jakarta, ‘ini semua yang ngatur Deni Bang’. Yang bawa ke Pramuka, Widodo.
Widodo kau cetaknya di mana, itu ada 50 kios, pasti dia jawab ya Paiman, selesai kan,” sambungnya. Kemudian, Beathor mengungkapkan sosok Paiman tersebut. “Dia mulai dari nol di situ, jadi tukang sapu, jadi tukang apa, terus dia menjadi rektor Moestopo, dia Profesor Doktor, sekarang menjadi profesornya di internasional, orang hebat ini,” kata Beathor.
Namun, kata Beathor, Paiman memperoleh gelar Doktor dari Universitas Padjajaran (Unpad). “Nanti kita cek di Unpad, tapi yang lain-lainnya itu dia cetak sendiri juga bisa kan, orang dia bisa bikinin orang lain,” ujarnya.
Beathor mengaku ikut dalam kelompok relawan Bravo 5. “Saya orang kepercayaannya Luhut Binsar Pandjaitan, saya ikut di tim Bravo 5, ketuanya Jenderal (Purn) Fachrul Razi,” ujarnya.
"Ada pertemuan di Cikini itu, terus dipertajam untuk membuat dokumen. Nah dokumen itu langsung dibawalah sama Widodo ke Pasar Pramuka, nah di situlah kemudian dia ketemu sama Paiman,” ungkapnya.
“Tapi sebelumnya itu dilakukan oleh Deni, karena Deni ini yang paham persyaratan KPU Jakarta, harus ada surat ini, semuanya dirapihkan, dibikin legalisir itu sendiri,” tambahnya.
Dia mengatakan, warga Jakarta pasti paham mengenai kawasan Pramuka. “Jadi, anak-anak drop out (putus sekolah), bawa punya temannya, contohin, bikin, ditulis lulus juga,” katanya. “Kan dari Cikini itu kan ada anak-anak Jakarta, ‘ini semua yang ngatur Deni Bang’. Yang bawa ke Pramuka, Widodo.
Widodo kau cetaknya di mana, itu ada 50 kios, pasti dia jawab ya Paiman, selesai kan,” sambungnya. Kemudian, Beathor mengungkapkan sosok Paiman tersebut. “Dia mulai dari nol di situ, jadi tukang sapu, jadi tukang apa, terus dia menjadi rektor Moestopo, dia Profesor Doktor, sekarang menjadi profesornya di internasional, orang hebat ini,” kata Beathor.
Namun, kata Beathor, Paiman memperoleh gelar Doktor dari Universitas Padjajaran (Unpad). “Nanti kita cek di Unpad, tapi yang lain-lainnya itu dia cetak sendiri juga bisa kan, orang dia bisa bikinin orang lain,” ujarnya.
Beathor mengaku ikut dalam kelompok relawan Bravo 5. “Saya orang kepercayaannya Luhut Binsar Pandjaitan, saya ikut di tim Bravo 5, ketuanya Jenderal (Purn) Fachrul Razi,” ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :