PPATK dan AATKI Umumkan Pemenang Best Report Awards 2025
Sabtu, 05 Juli 2025 - 20:49 WIB
loading...
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bersama Asosiasi Analis Transaksi Keuangan Indonesia (AATKI) mengumumkan pemenang Best Report Awards (BREW) 2025 pada Jumat, 4 Juli 2025. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bersama Asosiasi Analis Transaksi Keuangan Indonesia (AATKI) mengumumkan pemenang Best Report Awards (BREW) 2025 pada Jumat, 4 Juli 2025. Penyelenggaraan BREW 2025 dalam rangka memperingati Gerakan Nasional 23 Tahun Anti-Pencucian Uang, Pendanaan Terorisme, dan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (APUPPT-PPSPM).
PPATK dan AATKI memberikan penghargaan kepada Pihak Pelapor Bank yang telah melaporkan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) terbaik. PPATK juga mendorong peningkatan kapabilitas pihak pelapor dalam meningkatkan kualitas LTKM melalui metode sharing session antar Analis Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) di lingkungan penyedia jasa keuangan.
Direktur Danamon Rita Mirasari mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan PPATK dan AATKI pada BREW 2025. Rangkaian riset dan inovasi yang dihadirkan pihaknya dalam perlombaan ini adalah bagian dari komitmen sebagai pelaku industri jasa keuangan untuk senantiasa patuh pada regulasi yang berlaku.
"Termasuk untuk mencegah tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal, dan berbagai kejahatan keuangan terorganisasi lainnya," ujar Rita.
"Kami terus berinovasi agar dapat selalu menjawab kepercayaan dan kesetiaan nasabah kami dengan selalu mengedepankan kepatuhan dan kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usahanya,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan BREW 2025 dimulai sejak Maret 2025. Sebanyak 30 bank berpartisipasi untuk mengikuti tahapan seleksi dokumen kasus pada perlombaan ini.
Penilaian kemudian dilakukan oleh Tim Dewan Juri secara objektif dan independen dengan kriteria penilaian keandalan sistem deteksi, kedalaman analisis, serta analisis nilai tambah, yang kemudian menghasilkan 10 finalis yang harus melalui tahapan in-depth interview dan presentasi.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, melalui acara ini PPATK dan AATKI berharap agar inovasi yang dihadirkan di BREW 2025 dapat menjadi tolok ukur dan peningkatan kualitas pelaporan secara kolektif.
"Pemberantasan tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal merupakan tugas seluruh elemen bangsa yang terdiri dari aparat penegak hukum, pihak pelapor, regulator, dan juga masyarakat," ungkapnya.
PPATK dan AATKI memberikan penghargaan kepada Pihak Pelapor Bank yang telah melaporkan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) terbaik. PPATK juga mendorong peningkatan kapabilitas pihak pelapor dalam meningkatkan kualitas LTKM melalui metode sharing session antar Analis Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) di lingkungan penyedia jasa keuangan.
Direktur Danamon Rita Mirasari mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan PPATK dan AATKI pada BREW 2025. Rangkaian riset dan inovasi yang dihadirkan pihaknya dalam perlombaan ini adalah bagian dari komitmen sebagai pelaku industri jasa keuangan untuk senantiasa patuh pada regulasi yang berlaku.
"Termasuk untuk mencegah tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal, dan berbagai kejahatan keuangan terorganisasi lainnya," ujar Rita.
"Kami terus berinovasi agar dapat selalu menjawab kepercayaan dan kesetiaan nasabah kami dengan selalu mengedepankan kepatuhan dan kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usahanya,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan BREW 2025 dimulai sejak Maret 2025. Sebanyak 30 bank berpartisipasi untuk mengikuti tahapan seleksi dokumen kasus pada perlombaan ini.
Penilaian kemudian dilakukan oleh Tim Dewan Juri secara objektif dan independen dengan kriteria penilaian keandalan sistem deteksi, kedalaman analisis, serta analisis nilai tambah, yang kemudian menghasilkan 10 finalis yang harus melalui tahapan in-depth interview dan presentasi.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, melalui acara ini PPATK dan AATKI berharap agar inovasi yang dihadirkan di BREW 2025 dapat menjadi tolok ukur dan peningkatan kualitas pelaporan secara kolektif.
"Pemberantasan tindak pidana pencucian uang, pendanaan terorisme, dan pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal merupakan tugas seluruh elemen bangsa yang terdiri dari aparat penegak hukum, pihak pelapor, regulator, dan juga masyarakat," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :