Ajudan Jokowi Diperiksa soal Laporan Tudingan Ijazah Palsu, Polda Metro: Untuk Pendalaman
Jum'at, 04 Juli 2025 - 10:49 WIB
loading...
Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, ajudan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Polda Metro Jaya membenarkan telah meminta keterangan terhadap ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ( Jokowi ) Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah terkait laporan tudingan ijazah palsu, kemarin. Pemeriksaan dilakukan lantaran ada keterangan yang didalami terkait perkara yang dilaporkan.
"Benar (ajudan Jokowi diperiksa)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (4/7/2025).
Ade Ary menambahkan, pemeriksaan dilakukan lantaran ada keterangan yang didalami terkait perkara yang dilaporkan. "Ada keterangan yang diperlukan untuk pendalaman materi," jelas dia.
Baca Juga: Polda Metro Periksa 4 Orang Saksi Kasus Tudingan Ijazah Jokowi
Kompol Syarif juga mengonfirmasi pemeriksaan tersebut. Dia Diperiksa pada Kamis (3/7/2025) kemarin. Ia diketahui datang bersama kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan.
"Saya memenuhi panggilan dari penyidik Polda Metro atas pemberian kesaksian terhadap kasus yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo," kata Syarif melalui pesan singkat saat dikonfirmasi awak media, Kamis (3/7/2025).
Syarif tak menjelaskan secara rinci materi yang ditanyakan oleh penyelidik Polda Metro Jaya. Ia hanya menuturkan pemberian keterangan itu telah selesai dilakukan.
"Jadi pasal yang kita duga dilakukan itu ada 310, 311 KUHP, ada juga beberapa pasal di Undang-Undang ITE, antara lain Pasal 27A, 32 dan juga Pasal 35 Undang-Undang ITE. Itu semua sudah disampaikan," kata Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/4/2025).
Kuasa Hukum Jokowi lainnya, Rivai Kusumanegara, menjelaskan detail pasal yang diadukan. Pasal tersebut terkait fitnah dan penyebaran nama baik di media elektronik.
"Pasal 311 itu adalah tindak pidana fitnah dan/atau pencemaran nama baik. Sedangkan di Pasal 35, 32, dan 27A itu sama juga pencemaran nama baik, tapi yang dilakukan dengan rekayasa teknologi. Baik mengurang, menambah, melakukan rekayasa terhadap teknologi dan itu kita jadikan juncto," jelas dia.
"Benar (ajudan Jokowi diperiksa)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat (4/7/2025).
Ade Ary menambahkan, pemeriksaan dilakukan lantaran ada keterangan yang didalami terkait perkara yang dilaporkan. "Ada keterangan yang diperlukan untuk pendalaman materi," jelas dia.
Baca Juga: Polda Metro Periksa 4 Orang Saksi Kasus Tudingan Ijazah Jokowi
Kompol Syarif juga mengonfirmasi pemeriksaan tersebut. Dia Diperiksa pada Kamis (3/7/2025) kemarin. Ia diketahui datang bersama kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan.
"Saya memenuhi panggilan dari penyidik Polda Metro atas pemberian kesaksian terhadap kasus yang dilaporkan oleh Bapak Joko Widodo," kata Syarif melalui pesan singkat saat dikonfirmasi awak media, Kamis (3/7/2025).
Syarif tak menjelaskan secara rinci materi yang ditanyakan oleh penyelidik Polda Metro Jaya. Ia hanya menuturkan pemberian keterangan itu telah selesai dilakukan.
Tentang Laporan Jokowi di Polda Metro
Sebagai informasi, Joko Widodo (Jokowi) melaporkan lima orang berinisial berinisial RS, ES, RS, T, dan K terkait tuduhan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya. Mereka dilaporkan atas pasal fitnah hingga pencemaran nama baik."Jadi pasal yang kita duga dilakukan itu ada 310, 311 KUHP, ada juga beberapa pasal di Undang-Undang ITE, antara lain Pasal 27A, 32 dan juga Pasal 35 Undang-Undang ITE. Itu semua sudah disampaikan," kata Kuasa Hukum Jokowi, Yakup Hasibuan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/4/2025).
Kuasa Hukum Jokowi lainnya, Rivai Kusumanegara, menjelaskan detail pasal yang diadukan. Pasal tersebut terkait fitnah dan penyebaran nama baik di media elektronik.
"Pasal 311 itu adalah tindak pidana fitnah dan/atau pencemaran nama baik. Sedangkan di Pasal 35, 32, dan 27A itu sama juga pencemaran nama baik, tapi yang dilakukan dengan rekayasa teknologi. Baik mengurang, menambah, melakukan rekayasa terhadap teknologi dan itu kita jadikan juncto," jelas dia.
(zik)
Lihat Juga :