Denny JA Luncurkan Genre Baru Seni Rupa Berupa Lukisan Imajinasi Nusantara
Rabu, 02 Juli 2025 - 17:59 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa lukisan menggambarkan:
• Ayah yang pulang tapi jiwanya tertinggal dalam notifikasi.
• Makan malam sunyi dalam cahaya layar.
• Guru mengajar tembok, sementara murid memandang HP.
• Makam tanpa doa, hanya tersisa QR Code dan sinyal.
Genre ini juga menyentuh luka-luka global seperti pandemi, krisis ekonomi, bencana alam, dan konflik geopolitik, sekaligus menghadirkan tokoh-tokoh ikonik seperti Einstein, Lady Di, dan Marilyn Monroe dalam batik yang memesona, seolah berkata, mereka kini milik kita, bukan sejarah.
“Setiap sapuan warna adalah pelukan spiritual kepada dunia. Ia lahir dari tradisi, tapi hidup di antara cahaya piksel. Ia tangisan lembut sekaligus perlawanan estetika," sambungnya.
Seluruh karya dibantu teknologi kecerdasan buatan, menunjukkan simbiosis antara seni, teknologi, dan tradisi.
• Ayah yang pulang tapi jiwanya tertinggal dalam notifikasi.
• Makan malam sunyi dalam cahaya layar.
• Guru mengajar tembok, sementara murid memandang HP.
• Makam tanpa doa, hanya tersisa QR Code dan sinyal.
Genre ini juga menyentuh luka-luka global seperti pandemi, krisis ekonomi, bencana alam, dan konflik geopolitik, sekaligus menghadirkan tokoh-tokoh ikonik seperti Einstein, Lady Di, dan Marilyn Monroe dalam batik yang memesona, seolah berkata, mereka kini milik kita, bukan sejarah.
“Setiap sapuan warna adalah pelukan spiritual kepada dunia. Ia lahir dari tradisi, tapi hidup di antara cahaya piksel. Ia tangisan lembut sekaligus perlawanan estetika," sambungnya.
Seluruh karya dibantu teknologi kecerdasan buatan, menunjukkan simbiosis antara seni, teknologi, dan tradisi.
(cip)
Lihat Juga :