Fadli Zon Didemo Koalisi Masyarakat Sipil saat Rapat di DPR: Hentikan Pemutihan Sejarah
Rabu, 02 Juli 2025 - 14:20 WIB
loading...
Menteri Kebudayaan Fadli Zon didemo Koalisi Masyarakat Sipil saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR, Rabu (2/7/2025) siang. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon didemo Koalisi Masyarakat Sipil saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR, Rabu (2/7/2025) siang. Mereka menyerukan untuk menghentikan proyek penulisan ulang sejarah.
Momen itu bermula kala Fadli Zon hendak menanggapi pertanyaan dari para anggota Komisi X DPR. Saat itu, sejumlah anggota koalisi masyarakat sipil yang duduk di balkon ruang rapat Komisi X DPR langsung membentangkan spanduk hingga poster.
Mereka menunjukkan spanduk dan poster di pagar balkon. Sambil membentangkan spanduk dan poster, Koalisi Masyarakat Sipil menyerukan untuk hentikan proyek penulisan ulang sejarah.
Baca juga: Didesak PDIP Setop Proyek Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon Ingatkan Amanat Bung Karno
"Hentikan pemutihan sejarah," ujar salah satu anggota koalisi yang langsung disambut "hentikan."
"Dengarkan suara korban," timpalnya.
Selain itu, Koalisi Masyarakat Sipil juga menyerukan untuk menolak gelar pahlawan kepada Presiden ke-2 RI Soeharto. Mendengar seruan dari koalisi masyarakat sipil, Fadli Zon tercengang dan melihat ke arah balkon.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta Koalisi Masyarakat Sipil menghentikan aksinya. "Saya rasa cukup ya, cukup. Tolong kembali ke tempat masing-masing," ujar Lalu.
Tak gubris seruan Lalu, Koalisi Masyarakat Sipil terus menyerukan tuntutannya seperti menolak gelar Soeharto dan melawan sisa-sisa Orde Baru (Orba). "Lawan sisa-sisa orde Baru," seru anggota koalisi.
"Ya silakan kembali ke tempat masing-masing. Pamdal tolong diamankan," timpal Lalu.
Kemudian, Koalisi Masyarakat Sipil pun melipat poster dan spanduk dan keluar dari balkon Komisi X DPR. Mereka terlihat digiring keluar lingkungan Kompleks Parlemen oleh Pamdal DPR RI.
Momen itu bermula kala Fadli Zon hendak menanggapi pertanyaan dari para anggota Komisi X DPR. Saat itu, sejumlah anggota koalisi masyarakat sipil yang duduk di balkon ruang rapat Komisi X DPR langsung membentangkan spanduk hingga poster.
Mereka menunjukkan spanduk dan poster di pagar balkon. Sambil membentangkan spanduk dan poster, Koalisi Masyarakat Sipil menyerukan untuk hentikan proyek penulisan ulang sejarah.
Baca juga: Didesak PDIP Setop Proyek Penulisan Ulang Sejarah, Fadli Zon Ingatkan Amanat Bung Karno
"Hentikan pemutihan sejarah," ujar salah satu anggota koalisi yang langsung disambut "hentikan."
"Dengarkan suara korban," timpalnya.
Selain itu, Koalisi Masyarakat Sipil juga menyerukan untuk menolak gelar pahlawan kepada Presiden ke-2 RI Soeharto. Mendengar seruan dari koalisi masyarakat sipil, Fadli Zon tercengang dan melihat ke arah balkon.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta Koalisi Masyarakat Sipil menghentikan aksinya. "Saya rasa cukup ya, cukup. Tolong kembali ke tempat masing-masing," ujar Lalu.
Tak gubris seruan Lalu, Koalisi Masyarakat Sipil terus menyerukan tuntutannya seperti menolak gelar Soeharto dan melawan sisa-sisa Orde Baru (Orba). "Lawan sisa-sisa orde Baru," seru anggota koalisi.
"Ya silakan kembali ke tempat masing-masing. Pamdal tolong diamankan," timpal Lalu.
Kemudian, Koalisi Masyarakat Sipil pun melipat poster dan spanduk dan keluar dari balkon Komisi X DPR. Mereka terlihat digiring keluar lingkungan Kompleks Parlemen oleh Pamdal DPR RI.
(rca)
Lihat Juga :