59 Negara Tutup Pintu bagi WNI, DPR: Ini Menjadi Cambuk untuk Kita

Rabu, 09 September 2020 - 13:39 WIB
loading...
59 Negara Tutup Pintu...
Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani menilai sikap 59 negara yang menutup pintu untuk warga negara Indonesia (WNI) akibat pandemi COVID-19 bisa dipahami. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR , Christina Aryani menilai sikap 59 negara yang menutup pintu untuk warga negara Indonesia (WNI) akibat pandemi COVID-19 bisa dipahami. Christina mengatakan bahwa penerapan pembatasan masuk menjadi hak tiap negara.

"Mereka juga punya kewajiban melindungi warga negaranya mengingat angka penularan dari imported case juga tinggi. Sah juga bagi Indonesia untuk menerapkan hal yang sama kepada negara-negara yang masuk dalam katagori high risk," ujar Christina Aryani kepada SINDOnews, Rabu (9/9/2020). (Baca juga: 96 Perusahaan di Jakarta Langgar Protokol Kesehatan, Pegawai Terpapar COVID-19)

Sekadar diketahui, 59 negara menutup pintu untuk WNI karena tingginya angka kasus positif COVID-19 di Indonesia. "Ini menjadi cambuk untuk kita bahwa angka penularan di Indonesia ini sudah tinggi, nembus 200.000 ini tidak main-main. Kekhawatiran saya fasilitas kesehatan kita bisa jadi tidak sanggup mengatasi bila angkanya terus meningkat," tutur Politikus Partai Golkar ini.

Dia menyadari pemerintah telah melakukan banyak upaya yang harus dilakukan untuk meredam laju penularan COVID-19 itu. "Kami sedih untuk menyampaikan bahwa kedisiplinan masyarakat kita dalam menerapkan protokol kesehatan masih minim," papar Legislator asal Dapil DKI Jakarta II ini yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri ini.

Christina melihat banyak masyarakat yang memakai masker hanya untuk melewati pos pemeriksaan. Kemudian banyak yang memakai masker dengan hidung masih terekspos.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Pemerintah Kawal Penanganan...
Pemerintah Kawal Penanganan Insiden Kapal yang Libatkan WNI di Perairan Perak Malaysia
9 WNI Relawan Global...
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dijadwalkan Tiba di Tanah Air Minggu Sore Ini
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Budisatrio : Pemulangan...
Budisatrio : Pemulangan 9 WNI Bukti Nyata Efektivitas Diplomasi RI
Menteri Israel Hina...
Menteri Israel Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Berlutut, Dunia Marah
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved