HIMKI Usul 5 Strategi Percepatan Pertumbuhan Usaha Mebel dan Kerajinan

Senin, 30 Juni 2025 - 08:16 WIB
loading...
HIMKI Usul 5 Strategi...
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengusulkan 5 strategi kepada pemerintah terkait percepatan pertumbuhan usaha mebel dan kerajinan. Foto: Dok SindoNews
A A A
JAKARTA - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengusulkan 5 strategi kepada pemerintah terkait percepatan pertumbuhan usaha mebel dan kerajinan. Salah satunya memperjuangkan tarif preferensial ekspor produk mebel dan kerajinan asal Indonesia.

Ini dalam rangka mempersiapkan kebijakan tarif baru oleh Amerika Serikat pada 9 Juli 2025. Isu tarif telah dibahas intensif bersama Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan jajaran pengurus inti Kadin Pusat.

Kadin menunjukkan komitmen tinggi terhadap penguatan daya saing ekspor nasional dan HIMKI sepenuhnya mendukung upaya sinergis ini sebagai bagian dari perjuangan bersama dunia usaha.

Industri ini menyerap lebih dari 3 juta tenaga kerja baik langsung maupun tidak langsung, kemudian memiliki potensi besar menjadi pusat produksi global asalkan didukung tarif ekspor yang kompetitif.

Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan, penetapan tarif yang lebih rendah dibanding negara pesaing seperti Vietnam dan Malaysia akan membuka peluang strategis bagi Indonesia. “Dengan dukungan kebijakan tarif yang tepat, Indonesia bisa menarik investasi global, menciptakan 5-6 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan ekspor mebel-kerajinan menjadi USD6 miliar dalam lima tahun ke depan,” ujarnya, Senin (30/6/2025).

Sebaliknya, apabila tarif ekspor Indonesia lebih tinggi dari negara pesaing akan terjadi penurunan permintaan yang signifikan dari para buyer. Hal ini berisiko menyebabkan kehilangan momentum pertumbuhan dan berkurangnya peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai hub produksi dunia.

HIMKI mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan deregulasi secara menyeluruh. Momen ini harus dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai hambatan nyata yang dihadapi pelaku usaha, khususnya eksportir sektor mebel dan kerajinan.

Sebagai langkah nyata mendukung upaya pemerintah, HIMKI mengusulkan 5 strategi utama:

1. Diplomasi Tarif Ekspor
Pemerintah diharapkan dapat menegaskan kembali bahwa Indonesia adalah mitra strategis jangka panjang bagi Amerika Serikat, dan siap menjalankan konsep trade balance yang adil dan berkelanjutan.

2. Diversifikasi Pasar
Mempercepat penyelesaian perjanjian strategis seperti IEU–CEPA dan membuka akses ke pasar BRICS dan Timur Tengah melalui misi dagang aktif.

3. Reformasi Ekosistem Ekspor
Mendorong pembebasan SVLK untuk produk hilir, penyederhanaan prosedur karantina, dan percepatan layanan logistik ekspor.

4. Insentif Fiskal bagi Eksportir
Pembebasan PPN ekspor, restitusi dipercepat, dan pembiayaan dengan bunga rendah di bawah 6%, serta insentif pajak penghasilan bagi eksportir yang berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan perolehan devisa.

5. Perlindungan Pasar Dalam Negeri
Langkah langkah untuk melindungi potensi pasar domestik yang menjadi target negara-negara produsen mebel terkuat menjadi sangat penting dan seksama. Pengetatan importasi adalah antisipasi dan sekaligus buffer untuk substitusi pasar ekspor apabila terjadi penurunan volume eksport ke Amerika Serikat

Abdul menambahkan kebijakan tarif bukan sekadar angka melainkan menyangkut nasib jutaan pekerja dan masa depan industri strategis nasional.

“HIMKI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri mebel dan kerajinan menuju pangsa pasar global. Dengan langkah bersama yang solid, Indonesia bisa menjadi pusat produksi dunia dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ke level dua digit,” katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dialog dengan Perajin...
Dialog dengan Perajin Mebel di Tempuran, Ganjar Dorong Optimalkan Sarana Digital
Perjalanan Karier Jokowi:...
Perjalanan Karier Jokowi: Pernah Ditipu Saat Usaha Mebel hingga Jadi Presiden Indonesia
Melirik Potensi Ecoprint...
Melirik Potensi Ecoprint Desa Suak Gual, Siap Dipamerkan di G-20
Produk UMKM Kerajinan...
Produk UMKM Kerajinan Batok Kelapa Kudus Tembus Australia Setelah Promosi di Lapak Ganjar
Dari Limbah Pantai Jadi...
Dari Limbah Pantai Jadi Cuan: Kayu Laut Disulap Menjadi Kerajinan Ekspor
UMKM Binaan Pertamina...
UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi Miliaran di Inacraft 2026
Berkat Pemberdayaan...
Berkat Pemberdayaan BRI, UMKM Kerajinan Asal Cianjur Ini Raih Peluang di Pasar Global
Rekomendasi
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved