Robot Canggih Polri Bakal Tampil di Puncak Hari Bhayangkara ke-79
Sabtu, 28 Juni 2025 - 08:47 WIB
loading...
Polri bakal menampilkan 25 robot canggih humanoid dan anjing (K9) saat puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025 mendatang. Foto/Putranegara Batubara
A
A
A
JAKARTA - Polri bakal menampilkan 25 robot humanoid canggih dan anjing (K9) dalam puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025 mendatang. Robot-robot tersebut bakal menjadi mitra strategis untuk personel Kepolisian di masa depan.
Mereka dirancang untuk mengambil peran di lokasi berisiko tinggi guna mengurangi paparan bahaya terhadap manusia, sekaligus meningkatkan akurasi operasi.
Baca juga: Viral Robot Humanoid Cantik, Banyak yang Tertipu
"Kami mengakui bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan awal dan akan terus belajar dari praktik terbaik negara-negara maju. Kehadiran teknologi ini merupakan wujud komitmen Polri dalam modernisasi perangkat tugas untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan personel, dan efektivitas pelayanan publik," kata Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo dikutip Sabtu (28/6/2025).
Menurut Dedi, robot itu adalah masa depan yang diharapkan mendukung tujuh fungsi kepolisian. Pertama, pengawasan dan pemantauan di lokasi berbahaya seperti gedung terbengkalai atau area bencana.
Kedua, penanganan situasi berbahaya termasuk penjinakan bahan peledak dan penyanderaan.
Ketiga, pencarian dan penyelamatan korban dalam bencana alam maupun kebakaran. Keempat, pengumpulan barang bukti forensik seperti sidik jari dan sampel DNA di TKP.
Baca juga: China Ciptakan Robot Humanoid Terkuat di Dunia
Kelima, pengawasan lalu lintas melalui pemantauan pelanggaran dan identifikasi kendaraan. Keenam, patroli cerdas dengan dukungan teknologi pengenalan wajah (face recognition). Ketujuh, deteksi bahan berbahaya seperti bom, narkotika, dan bahan kimia.
"Inovasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Ke-4 yang menekankan penguatan SDM, sains, dan teknologi," ujar Dedi.
Dalam hal ini, Dedi menekankan modernisasi Polri adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan seluruh pihak serta masyarakat Indonesia.
"Kami berkomitmen menjalani proses ini dengan transparansi, termasuk belajar dari mitra internasional dan melaporkan perkembangan riset secara berkala. Teknologi ini hadir untuk memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelayanan kepolisian," sebut Dedi.
Mereka dirancang untuk mengambil peran di lokasi berisiko tinggi guna mengurangi paparan bahaya terhadap manusia, sekaligus meningkatkan akurasi operasi.
Baca juga: Viral Robot Humanoid Cantik, Banyak yang Tertipu
"Kami mengakui bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan awal dan akan terus belajar dari praktik terbaik negara-negara maju. Kehadiran teknologi ini merupakan wujud komitmen Polri dalam modernisasi perangkat tugas untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan personel, dan efektivitas pelayanan publik," kata Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo dikutip Sabtu (28/6/2025).
Menurut Dedi, robot itu adalah masa depan yang diharapkan mendukung tujuh fungsi kepolisian. Pertama, pengawasan dan pemantauan di lokasi berbahaya seperti gedung terbengkalai atau area bencana.
Kedua, penanganan situasi berbahaya termasuk penjinakan bahan peledak dan penyanderaan.
Ketiga, pencarian dan penyelamatan korban dalam bencana alam maupun kebakaran. Keempat, pengumpulan barang bukti forensik seperti sidik jari dan sampel DNA di TKP.
Baca juga: China Ciptakan Robot Humanoid Terkuat di Dunia
Kelima, pengawasan lalu lintas melalui pemantauan pelanggaran dan identifikasi kendaraan. Keenam, patroli cerdas dengan dukungan teknologi pengenalan wajah (face recognition). Ketujuh, deteksi bahan berbahaya seperti bom, narkotika, dan bahan kimia.
"Inovasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Ke-4 yang menekankan penguatan SDM, sains, dan teknologi," ujar Dedi.
Dalam hal ini, Dedi menekankan modernisasi Polri adalah perjalanan panjang yang membutuhkan dukungan seluruh pihak serta masyarakat Indonesia.
"Kami berkomitmen menjalani proses ini dengan transparansi, termasuk belajar dari mitra internasional dan melaporkan perkembangan riset secara berkala. Teknologi ini hadir untuk memperkuat nilai kemanusiaan dalam pelayanan kepolisian," sebut Dedi.
(shf)
Lihat Juga :