Peneliti: Lindungi Habitat Orangutan Demi Hindari Konflik dengan Manusia
Rabu, 09 September 2020 - 04:08 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, pemerintah telah mewajibkan pemilik usaha kehutanan untuk menyediakan minimal 10 persen lahan yang dikelolanya untuk kawasan konservasi.
"Katakan dengan luasan lahan 100.000 hektare yang dikelola perusahaan minimal bisa menyediakan 10.000 hektare untuk konservasi. Itu sudah bisa menyelamatkan 1 kelompok populasi orangutan dengan jumlah 100 individu orangutan," ujar Yaya.
Menurut peneliti yang juga pengajar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman ini, habitat dan populasi orangutan yang berada di luar kawasan konservasi yang jumlahnya hampir 90 persen dari jumlah populasi orangutan di dunia sudah seharusnya mendapat perhatian yang lebih serius.
"Saat ini sudah ada model konservasi orangutan yang cukup baik antara lain untuk populasi orangutan yang berada di perusahaan yang bisnisnya di ranah Hutan Tanaman Industri (HTI). Ada kriteria dan kebutuhan yang harus mereka terapkan untuk memperoleh sertifikasi pengelolaan hutan lestari termasuk di antaranya menetapkan dan melindungi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi untuk konservasi biodiversity termasuk orangutan," paparnya. (Baca juga: DNA Mirip Manusia, Orangutan dan Kera Besar Rawan Terinfeksi Virus Corona)
Salah satu yang patut diapresiasi dan sudah dapat dijadikan model konservasi orangutan adalah langkah yang diambil PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC), perusahaan HTI karet yang berlokasi di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Anak usaha PT Royal Lestari Utama yang mengembangkan perkebunan karet alam terintegrasi tersebut telah menyediakan lebih dari 9 ribu hektare atau hampir 50 persen dari lahan konsesi yang dikelolanya untuk kawasan konservasi bagi orangutan dan biodiversity yang ada di dalamnya.
Upaya menyediakan, mengelola, dan melindungi habitat orangutan di dalam konsesi perusahaan harus menjadi model dalam perlindungan habitat orangutan
"Katakan dengan luasan lahan 100.000 hektare yang dikelola perusahaan minimal bisa menyediakan 10.000 hektare untuk konservasi. Itu sudah bisa menyelamatkan 1 kelompok populasi orangutan dengan jumlah 100 individu orangutan," ujar Yaya.
Menurut peneliti yang juga pengajar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman ini, habitat dan populasi orangutan yang berada di luar kawasan konservasi yang jumlahnya hampir 90 persen dari jumlah populasi orangutan di dunia sudah seharusnya mendapat perhatian yang lebih serius.
"Saat ini sudah ada model konservasi orangutan yang cukup baik antara lain untuk populasi orangutan yang berada di perusahaan yang bisnisnya di ranah Hutan Tanaman Industri (HTI). Ada kriteria dan kebutuhan yang harus mereka terapkan untuk memperoleh sertifikasi pengelolaan hutan lestari termasuk di antaranya menetapkan dan melindungi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi untuk konservasi biodiversity termasuk orangutan," paparnya. (Baca juga: DNA Mirip Manusia, Orangutan dan Kera Besar Rawan Terinfeksi Virus Corona)
Salah satu yang patut diapresiasi dan sudah dapat dijadikan model konservasi orangutan adalah langkah yang diambil PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC), perusahaan HTI karet yang berlokasi di Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Anak usaha PT Royal Lestari Utama yang mengembangkan perkebunan karet alam terintegrasi tersebut telah menyediakan lebih dari 9 ribu hektare atau hampir 50 persen dari lahan konsesi yang dikelolanya untuk kawasan konservasi bagi orangutan dan biodiversity yang ada di dalamnya.
Upaya menyediakan, mengelola, dan melindungi habitat orangutan di dalam konsesi perusahaan harus menjadi model dalam perlindungan habitat orangutan
Lihat Juga :