Peneliti: Lindungi Habitat Orangutan Demi Hindari Konflik dengan Manusia
Rabu, 09 September 2020 - 04:08 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, MKC juga melakukan pelatihan untuk tim penyelamat orangutan dan secara berkelanjutan melakukan survei dan menjaga habitat satwa dilindungi tersebut. Perusahaan juga memantau orangutan dengan memasang camera trap dan melakukan pemetaan dengan menggunakan drone.
Di Kalimantan Timur, kolaborasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Balai Taman Nasional Kutai, serta Ecositrop telah membentuk Tim Satuan Tugas Penyelamatan Orangutan dalam melakukan upaya konservasi dan penyelamatan populasi orangutan di kawasan HTI. Sejak 2010 tim satgas ini telah melaksanakan patroli perlindungan orangutan dan habitatnya.
Tim satgas juga berperan membantu pemerintah, dalam hal ini BKSDA untuk menangani konflik orangutan di masyarakat yang berada di sekitar konsesi perusahaan.
Diketahui, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan banyak primata endemik Indonesia terancam punah, salah satunya orangutan. Populasi satwa bernama latin Pongo Pygmaeus (orangutan Kalimantan), Pongo Abelii (orangutan Sumatra), dan Pongo Tapanuliensis (orangutan Tapanuli) telah menurun drastis sebesar 50% dari sejak 1992 hingga hanya tersisa 14.600 individu sehingga pada 2016 masuk dalam daftar merah IUCN.
Yaya menuturkan di hari Orangutan Sedunia yang jatuh pada 19 Agustus lalu menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan satwa langka ini.
"Saatnya menyudahi krisis yang dialami orangutan akibat fragmentasi habitat, penangkaran ilegal, serta perdagangan ilegal di pasar gelap. Selain itu, perlu penguatan regulasi yang mendorong upaya-upaya konservasi orangutan di habitatnya untuk menjamin kelestarian populasi orangutan di Indonesia," ujarnya.
Di Kalimantan Timur, kolaborasi antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Balai Taman Nasional Kutai, serta Ecositrop telah membentuk Tim Satuan Tugas Penyelamatan Orangutan dalam melakukan upaya konservasi dan penyelamatan populasi orangutan di kawasan HTI. Sejak 2010 tim satgas ini telah melaksanakan patroli perlindungan orangutan dan habitatnya.
Tim satgas juga berperan membantu pemerintah, dalam hal ini BKSDA untuk menangani konflik orangutan di masyarakat yang berada di sekitar konsesi perusahaan.
Diketahui, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan banyak primata endemik Indonesia terancam punah, salah satunya orangutan. Populasi satwa bernama latin Pongo Pygmaeus (orangutan Kalimantan), Pongo Abelii (orangutan Sumatra), dan Pongo Tapanuliensis (orangutan Tapanuli) telah menurun drastis sebesar 50% dari sejak 1992 hingga hanya tersisa 14.600 individu sehingga pada 2016 masuk dalam daftar merah IUCN.
Yaya menuturkan di hari Orangutan Sedunia yang jatuh pada 19 Agustus lalu menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan satwa langka ini.
"Saatnya menyudahi krisis yang dialami orangutan akibat fragmentasi habitat, penangkaran ilegal, serta perdagangan ilegal di pasar gelap. Selain itu, perlu penguatan regulasi yang mendorong upaya-upaya konservasi orangutan di habitatnya untuk menjamin kelestarian populasi orangutan di Indonesia," ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :