Denny JA Ciptakan Genre Lukisan Imajinasi Nusantara, Tokoh Dunia Pakai Batik
Senin, 23 Juni 2025 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Simbolisme yang kuat tergambar dalam elemen-elemen lukisan bola dunia, mikrofon damai, dan jet tempur yang berhenti di udara. Dalam narasi imajiner tersebut, perjanjian damai ditandatangani, dua negara merdeka Israel dan Palestina didirikan secara berdampingan, dan keempat tokoh dianugerahi Nobel Perdamaian.
Lewat serial ini, Denny JA memperkenalkan genre baru dalam seni rupa Indonesia Imajinasi Nusantara. Genre ini dikembangkan dari tiga elemen utama. Pertama, batik sebagai simbol budaya lokal, dikenakan tokoh global sebagai bentuk diplomasi kultural. Kedua, figur manusia realistis dan proporsional, menampilkan anatomi utuh dengan ekspresi mendalam.
Baca juga: Profil Brigjen TNI Agus Widodo, Jenderal Kopassus yang Ditunjuk Jadi Dirjen Strahan Kemhan
Ketiga, latar belakang yang imajinatif dan surealis, dengan langit tak biasa, burung-burung simbolik, awan yang bermakna, kabut yang menyiratkan harapan, serta benda-benda melayang yang menyuarakan semesta batin dan spiritualitas.
Berbeda dari realisme atau surealisme murni, Imajinasi Nusantara menggabungkan keduanya dengan akar budaya Indonesia. Genre ini diharapkan menjadi sumbangan khas Indonesia dalam peta seni rupa global, setara dengan impresionisme dari Prancis, kubisme dari Picasso, atau ekspresionisme dari Jerman.
“Ini bukan genre eksotik yang hanya berlaku lokal. Dengan tokoh dunia seperti Trump dan Netanyahu memakai batik, genre ini menjadi medium diplomasi kultural. Lukisan menjadi pernyataan,” tutur Denny JA.
Lewat serial ini, Denny JA memperkenalkan genre baru dalam seni rupa Indonesia Imajinasi Nusantara. Genre ini dikembangkan dari tiga elemen utama. Pertama, batik sebagai simbol budaya lokal, dikenakan tokoh global sebagai bentuk diplomasi kultural. Kedua, figur manusia realistis dan proporsional, menampilkan anatomi utuh dengan ekspresi mendalam.
Baca juga: Profil Brigjen TNI Agus Widodo, Jenderal Kopassus yang Ditunjuk Jadi Dirjen Strahan Kemhan
Ketiga, latar belakang yang imajinatif dan surealis, dengan langit tak biasa, burung-burung simbolik, awan yang bermakna, kabut yang menyiratkan harapan, serta benda-benda melayang yang menyuarakan semesta batin dan spiritualitas.
Berbeda dari realisme atau surealisme murni, Imajinasi Nusantara menggabungkan keduanya dengan akar budaya Indonesia. Genre ini diharapkan menjadi sumbangan khas Indonesia dalam peta seni rupa global, setara dengan impresionisme dari Prancis, kubisme dari Picasso, atau ekspresionisme dari Jerman.
“Ini bukan genre eksotik yang hanya berlaku lokal. Dengan tokoh dunia seperti Trump dan Netanyahu memakai batik, genre ini menjadi medium diplomasi kultural. Lukisan menjadi pernyataan,” tutur Denny JA.
Lihat Juga :