Rayakan Hari Gastronomi Berkelanjutan 2025, IGC Serukan Gerakan Kurangi Limbah Sampah Makanan
Jum'at, 20 Juni 2025 - 10:50 WIB
loading...
A
A
A
“Makanan bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga dihargai. Kontrol limbah makanan bukan soal mengurangi rasa, tapi menambah makna,” ujar Dr. Ray Wagiu Basrowi, Sekjen IGC.
Kampanye ini juga mengajak pelaku industri kuliner restoran, chef, hotel, UMKM, hingga food blogger untuk: Mengedepankan pangan lokal, Menyusun menu berbasis pemanfaatan utuh bahan makanan (root-to-stem, nose-to-tail), Mengedukasi konsumen lewat konten dan praktik nyata.
Tak hanya itu, limbah makanan juga menjadi biang keladi krisis iklim.“Limbah makanan ini juga menyumbang 8–10 persen emisi gas rumah kaca global,” tegas Dr. Ray. Kondisi ini mendorong IGC untuk meluncurkan gerakan edukasi dan pengendalian sisa makanan, mulai dari level rumah tangga hingga industri gastronomi.
Di Indonesia, antara 23 hingga 48 juta ton makanan berakhir di tempat pembuangan akhir setiap tahun, demikian data Bappenas (2021).
“Makanan bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga harus dihargai. Kontrol limbah makanan bukan soal mengurangi rasa, tapi menambah makna,” tutup Dr. Ray Wagiu Basrowi.
Kampanye ini juga mengajak pelaku industri kuliner restoran, chef, hotel, UMKM, hingga food blogger untuk: Mengedepankan pangan lokal, Menyusun menu berbasis pemanfaatan utuh bahan makanan (root-to-stem, nose-to-tail), Mengedukasi konsumen lewat konten dan praktik nyata.
Tak hanya itu, limbah makanan juga menjadi biang keladi krisis iklim.“Limbah makanan ini juga menyumbang 8–10 persen emisi gas rumah kaca global,” tegas Dr. Ray. Kondisi ini mendorong IGC untuk meluncurkan gerakan edukasi dan pengendalian sisa makanan, mulai dari level rumah tangga hingga industri gastronomi.
Di Indonesia, antara 23 hingga 48 juta ton makanan berakhir di tempat pembuangan akhir setiap tahun, demikian data Bappenas (2021).
“Makanan bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga harus dihargai. Kontrol limbah makanan bukan soal mengurangi rasa, tapi menambah makna,” tutup Dr. Ray Wagiu Basrowi.
(unt)
Lihat Juga :