Rayakan Hari Gastronomi Berkelanjutan 2025, IGC Serukan Gerakan Kurangi Limbah Sampah Makanan

Jum'at, 20 Juni 2025 - 10:50 WIB
loading...
Rayakan Hari Gastronomi...
Indonesian Gastronomy Community (IGC) bersama Badan Pangan Nasional sepakat kurangi Limbah Makanan.
A A A
JAKARTA - Indonesian Gastronomy Community (IGC) bersama Badan Pangan Nasional menggelar acara penandatanganan Komitmen Bersama Pengurangan Limbah Makanan.

Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Gastronomi Berkelanjutan 2025, acara ini menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan budaya konsumsi di Indonesia, sejalan dengan visi keberlanjutan pangan nasional.

Direktur Kewaspadaan Pangan dari Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis, menuturkan Indonesia merupakan penyumbang sampah makanan terbesar kedua di Asia. Berdasarkan laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) 2023, lebih dari 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun secara global, setara dengan sepertiga produksi pangan dunia.

Dia mengungkapkan bahwa mengurangi sampah makanan adalah tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda.

“Melalui edukasi yang tepat, penghargaan terhadap pangan lokal, serta pola makan yang mindful dan berkelanjutan, Indonesia optimis dapat mengurangi limbah sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kualitas hidup,”tuturnya.

Secara global, lebih dari 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun setara sepertiga produksi pangan dunia. Ironisnya, fakta ini berbanding terbalik dengan kondisi jutaan orang yang masih kelaparan.

“Lebih dari 735 juta orang di dunia masih mengalami kelaparan kronis, termasuk di Indonesia yang menghadapi angka stunting dan kurang gizi tinggi,” ungkap Sekjen Indonesian Gastronomy Community (IGC), Dr. Ray Wagiu Basrowi.

Dr Ray Wagiu Basrowi mengungkapkan bahwa hal ini ironis dengan banyaknya sampah makanan yang terbuang. Dan limbah makanan menyumbang 8–10% emisi gas rumah kaca global.

“IGC sebagai komunitas memulai suatu gerakan agar mengedukasi dan mengontrol pengurangan sisa makanan sejak ditingkat rumah tangga, serta mempertemukan para praktisi waste management dengan industri gastronomi didalam jejaring IGC”, ungkap Ray yang juga Pendiri HealthCollaborative Center (HCC) ini.

Di Indonesia, 23–48 juta ton makanan berakhir di tempat pembuangan akhir setiap tahun (Bappenas, 2021). Ironisnya, ini terjadi saat kita masih menghadapi angka stunting yang tinggi dan ketahanan pangan yang rapuh.

“Makanan bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga dihargai. Kontrol limbah makanan bukan soal mengurangi rasa, tapi menambah makna,” ujar Dr. Ray Wagiu Basrowi, Sekjen IGC.

Kampanye ini juga mengajak pelaku industri kuliner restoran, chef, hotel, UMKM, hingga food blogger untuk: Mengedepankan pangan lokal, Menyusun menu berbasis pemanfaatan utuh bahan makanan (root-to-stem, nose-to-tail), Mengedukasi konsumen lewat konten dan praktik nyata.

Tak hanya itu, limbah makanan juga menjadi biang keladi krisis iklim.“Limbah makanan ini juga menyumbang 8–10 persen emisi gas rumah kaca global,” tegas Dr. Ray. Kondisi ini mendorong IGC untuk meluncurkan gerakan edukasi dan pengendalian sisa makanan, mulai dari level rumah tangga hingga industri gastronomi.

Di Indonesia, antara 23 hingga 48 juta ton makanan berakhir di tempat pembuangan akhir setiap tahun, demikian data Bappenas (2021).

“Makanan bukan hanya untuk dinikmati, tapi juga harus dihargai. Kontrol limbah makanan bukan soal mengurangi rasa, tapi menambah makna,” tutup Dr. Ray Wagiu Basrowi.
(unt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Polri Target Bangun...
Polri Target Bangun 1.500 SPPG di Indonesia pada 2026
Didampingi Kapolri,...
Didampingi Kapolri, Prabowo Resmikan 10 Gudang Ketahanan Pangan-SPPG Polri di Tuban
Produksi Beras Naik...
Produksi Beras Naik Sebentar
Tinjau Pembangunan Yonif...
Tinjau Pembangunan Yonif TP 887/KTM, Menhan: Untuk Pertahanan dan Bantu Rakyat
Bendungan Bulango Ulu...
Bendungan Bulango Ulu Garapan Brantas Abipraya Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Air di Gorontalo
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Rekomendasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Catat, Ini Daftar Hari...
Catat, Ini Daftar Hari Libur Nasional pada Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved